kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.006   6,00   0,03%
  • IDX 5.920   -21,50   -0,36%
  • KOMPAS100 783   -2,90   -0,37%
  • LQ45 588   -1,44   -0,24%
  • ISSI 206   -0,47   -0,23%
  • IDX30 334   -0,07   -0,02%
  • IDXHIDIV20 412   -0,05   -0,01%
  • IDX80 88   -0,29   -0,33%
  • IDXV30 113   -0,42   -0,37%
  • IDXQ30 108   -0,15   -0,14%

Bantuan beras dengan non-tunai siap disalurkan


Rabu, 04 Januari 2017 / 17:05 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Walaupun masih mengalami kendala, salah satunya jaringan, pemerintah memastikan akan tetap menyalurkan bantuan beras untuk 1,4 juta keluarga kurang mampu tanpa uang tunai mulai bulan ini. Penyaluran bantuan secara elektronik ini dilakukan serentak 14 Januari mendatang.

Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial mengatakan, agar upaya tersebut bisa terlaksana tepat waktu dengan lancar, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog, bank-bank BUMN (Himbara), dan Bank Indonesia (BI). "Sudah dirapatkan kemarin semua," katanya di Istana Bogor, Rabu (4/1).

Khofifah mengatakan, selain beras, subsidi listrik dan tabung gas 3 kilogram juga akan disalurkan dengan mekanisme non-tunai tersebut. Untuk mengintegrasikan penyaluran tersebut, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM.

"Akan ada integrasi secara masif, terintegrasi dengan sistem e-wallet," katanya.

Khofifah berharap, dengan upaya perbaikan penyaluran tersebut, upaya pengentasan kemiskinan yang diharapkan Presiden Jokowi bisa semakin efektif dan tepat sasaran. Presiden ingin agar para menterinya pada tahun 2017 ini mengefektifkan program pengentasan kemiskinan dan kesenjangan.

Jokowi bilang, penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia saat ini belum sesuai keinginan. Walau gini rasio juga sudah turun di mana sampai data BPS pada Maret 2016 kemarin angkanya sudah berhasil turun ke level 0,387 dari posisi September 2015 yang masih di posisi 0,402.

Tapi, angka kemiskinan dan kesenjangan dirasanya masih tinggi. "Oleh sebab itu, kerja keras mati-matian supaya angka kesenjangan kita baik antar wilayah, maupun antara yang kaya dan miskin bisa ditekan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×