kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bank Dunia Ramal Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024 Makin Suram


Rabu, 10 Januari 2024 / 15:19 WIB
Bank Dunia Ramal Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024 Makin Suram
ILUSTRASI. Bank Dunia menghitung, pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini akan melambat ke 2,4% YoY, REUTERS/Stringer/File Photo ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT. GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Awan mendung tebal nampaknya masih akan bergelayut, sehingga membayangi prospek pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2024. 

Bank Dunia menghitung, pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini akan melambat ke 2,4% YoY, setelah hanya mampu tumbuh 2,6% yoy pada tahun 2023. 

Bahkan, Bank Dunia menyebut, potensi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini hampir tiga perempat persen poin di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010-an. 

Baca Juga: Dampak Pemilu 2024 Terhadap Ekonomi Diprediksi Mini, Ini Penyebabnya

Dalam laporan Global Economic Prospect edisi Januari 2024, Bank Dunia menyebut, penyebab buruknya kondisi ekonomi global tahun ini adalah ketegangan geopolitik. 

Risiko resesi global telah berkurang, terutama karena berbalik kuatnya ekonomi Amerika Serikat (AS). Namun, ketegangan geopolitik yang memanas, menciptakan tantangan baru dalam jangka pendek bagi ekonomi dunia. 

Prospek jangka menengah bagi banyak negara berkembang juga makin suram, di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi sebagian negara maju, lesunya perdagangan global, dan kondisi keuangan yang ketat. 

Baca Juga: Persepsi Masyarakat pada Kondisi Ekonomi Indonesia Saat Ini Meningkat

Laju perdagangan global pada tahun 2024 diperkirakan hanya mencapai separuh dari rata-rata pertumbuhan perdagangan global pada dekade sebelum pandemi. 

Selain itu, biaya pinjaman negara-negara berkembang pun membengkak. Paling berisiko adalah negara dengan peringkat utang yang buruk. 

Ini juga makin dipengaruhi oleh era suku bunga global yang akan berada dalam level tinggi selama beberapa waktu. Bahkan, level tertinggi dalam empat dekade, bila disesuaikan dengan pergerakan inflasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×