kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Bank Dunia: Indonesia akan tumbuh lebih cepat kedua setelah China


Rabu, 15 Juni 2011 / 11:30 WIB
Bank Dunia: Indonesia akan tumbuh lebih cepat kedua setelah China
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)


Reporter: Petrus Dabu, Edy Can | Editor: Edy Can

JAKARTA. Laporan Bank Dunia (World Bank) mengatakan, Indonesia akan menjadi salah satu dari enam negara yang menyumbangkan pertumbuhan ekonomi global pada 2025 mendatang. Kelima negara lainnya yakni Brasil, China, India, Korea Selatan dan Rusia.

Laporan bertajuk Global Development Horizon 2011 itu menyebutkan, negara berkembang akan tumbuh dua kali lebih cepat dibandingkan negara maju. Negara-negara berkembang diproyeksikan tumbuh rata-rata 4,7% per tahun antara 2011 hingga 2025.

Sementara, pertumbuhan ekonomi negara maju hanya sebesar 2,3% dalam periode yang sama. Kendati demikian, kawasan Eropa, Jepang, Inggris, Amerika Serikat akan tetap memainkan peran inti dalam mendorong pertumbuhan global.

Indonesia akan tumbuh paling cepat kedua setelah China. Bank Dunia memproyeksikan, nilai impor Indonesia akan melonjak 1,5 kali lipat sebelum 2025. Sementara, nilai ekspor diperkirakan akan meningkat dua kali lipat antara 2010 hingga 2025.

"Akibat pertumbuhan yang begitu besar di sejumlah negara berkembang,kini sentra-sentra pertumbuhan ekonomi tersebar di sejumlah negara maju dan berkembang, dunia kini menjadi sangat multipolar," ujar Ekonom Utama Bank Dunia Justin Yifu Lin yang juga Wakil Presiden Senior untuk Ekonomi Pembangunan di Bank Dunia dalam keterangan pers, Rabu (15/6).

Justin mengatakan, perusahaan-perusahaan multinasional negara berkembang kini turut membentuk industri global. Begitu juga investasi antara negara-negara berkembang dan investasi asing.

Laporan itu juga mengungkapkan, tren konsumsi yang meningkat di negara-negara berkembang. Peningkatan ini seiring dengan bertambahnya jumlah kelas menengah. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Stefan Koeberle mengatakan, pertumbuhan kelas menengah di Indonesia mencapai 7 juta orang per tahun. "Dibandingkan negara sepadanannya, ini tergolong sangat cepat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×