kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bahana Sekuritas prediksi BI akan melonggarkan suku bunga acuan


Selasa, 20 Agustus 2019 / 16:15 WIB
Bahana Sekuritas prediksi BI akan melonggarkan suku bunga acuan
ILUSTRASI. Kantor pusat Bank Indonesia

Reporter: Bidara Pink | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bahana Sekuritas memprediksi bahwa Bank Indonesia (BI) terus memiliki ruang untuk melonggarkan suku bunga acuan hingga 25 basis poin sehingga berada di angka 5,5%.

"Bisa melonggarkan karena momentumnya cukup pas. Mengingat pada hari Jumat dalam minggu ini, akan ada pertemuan Bank Sentral AS (The Fed) di Jackson Hall Amerika yang juga membahas soal wacana penurunan suku bunga lanjutan," kata Kepala Ekonom PT Bahana Sekuritas Putera Satria Sambijantoro.

Memang pertemuan resmi The Fed akan diadakan pada bulan September, tetapi Satria menilai bahwa tekanannya dimulai dari sekarang. Tentunya menurunkan suku bunga acuan ini bisa menjadi tindakan antisipatif bagi BI.

Namun, Satria juga melihat adanya pelemahan temporer nilai tukar rupiah, sementara indeks dollar Amerika mengalami penguatan.

Baca Juga: Chatib Basri: Terlalu fokus ke CAD, ekonomi Indonesia akan mandek di 5%

"Memang berpengaruh, tapi bukan terlalu jadi persoalan karena justru indeks dollar Amerika saat ini sudah terlalu banyak dibeli, jadi secara teknikal akan memiliki peluang untuk melemah," tambah Satria.

Untuk kondisi BI sendiri, meski nilai tukar rupiah melemah, masih bisa distabilkan dengan cadangan devisa BI yang masih lebih dari cukup. Satria melihat cadangan devisa ini terbilang cukup kuat dalam menyokong rupiah.

Dilansir dari Kontan.co.id, hingga Juli 2019, cadev Indonesia ada sebesar US$ 125,9 miliar atau meningkat sebesar US$ 2,1 miliar dari bulan sebelumnya yang hanya sebesar US$ 123,8 miliar.

Baca Juga: Bank Artos buka peluang mendapat suntikan modal dari investor

Lalu, untuk selanjutnya, Satria memproyeksi masih ada ruang pelonggaran suku bunga acuan bagi Bank Indonesia. Menurutnya, suku bunga acuan akan bisa turun di angka 5% hingga akhir tahun 2019.




TERBARU

Close [X]
×