kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 16.992   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.153   -31,68   -0,44%
  • KOMPAS100 989   -3,89   -0,39%
  • LQ45 726   -0,44   -0,06%
  • ISSI 255   -2,02   -0,79%
  • IDX30 394   0,65   0,17%
  • IDXHIDIV20 490   2,89   0,59%
  • IDX80 112   -0,10   -0,09%
  • IDXV30 136   0,81   0,60%
  • IDXQ30 128   0,26   0,20%

Asumsi ICP diturunkan, target PPH migas berkurang


Selasa, 12 Januari 2016 / 22:50 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemerintah akan menyesuaikan asumsi makro Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 dengan kondisi ekonomi terkini.

Terutama harga minyak internasional yang terus turun.

Saat ini, harga minyak dunia jenis WTI sudah mendekati level US$ 30 per barel.

Sementara harga minyak dalam negeri dalam APBN 2016 asumsinya masih US$ 50 per barel dengan patokan harga minyak dunia saat ditetapkan masih dilevel US$ 40 per barel.

Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, asumsi harga minyak Indonesia (ICP) akan diubah mengikuti perkembangan tersebut.

"Tunggu APBN-P saja (mengenai nilainya)," kata Darmin, Selasa (12/1) di Istana Negara, Jakarta.

Selain mengubah asumsi ICP, rendahnya harga minyak dunia akan menekan penerimaan negara dari sisi Pajak Penghasilan (PPh) migas.

Gejala pelambatan penerimaan PPh migas sudah terlihat dari realisasi APBN Perubahan 2015 lalu.

Darmin memperkirakan penurunan PPh migas akan cukup signifikan dengan turunnya harga minyak dunia ini.

Namun Ia enggan berspekulasi menegnai berapa pendapatan PPh migas yang paling realistis dengan kondisi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×