kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

APPSI prediksi harga pangan naik5%-10% di akhir tahun akibat pelemahan rupiah


Jumat, 19 Oktober 2018 / 20:08 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas jual beli kebutuhan pokok di pasar tradisional


Reporter: | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Bidang Litbang Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Rizal E Halim memprediksi hingga akhir tahun harga pangan. Hal ini menurut Rizal karena efek pelemahan rupiah yang terus terjadi.

"Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan harga barang mungkin di 5% sampai 10% harapannya jangan lebih," kata Rizal di Jakarta Selatan, Jumat (19/10).

Rizal berharap kenaikan harga pangan ini maksimal sampai 10%. Jika kenaikan harga terus terjadi maka Indonesia akan semakin berpotensi krisis. "Diatas 10% sudah berbahaya, sepanjang rupiah melemah tetep diatas Rp 15.000 sampai Rp 16.000. Kalau dollar menguat ekonomi Amerika Serikat menguat kita terperosok," ungkapnya.

Selanjutnya kenaikan harga ini akan berpengaruh ke transportasi, harga pakan ternak, harga kedelai sebagai bahan baku. Efeknya harga tempe akan semakin mahal. "Mungkin kedelai harganya US$ 800 per ton masuk ke Indonesia saat ini, tiga bulan lagi bisa sampai US$ 1000 per ton," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×