kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Airlangga Hartarto: Target realisasi vaksinasi Covid-19 akhir Desember 113 juta orang


Selasa, 07 Desember 2021 / 13:49 WIB
Airlangga Hartarto: Target realisasi vaksinasi Covid-19 akhir Desember 113 juta orang
ILUSTRASI. Berdasarkan rekomendasi WHO Indonesia harus menyelesaikan vaksinasi dosis kedua bagi 40% penduduk. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia menyatakan optimistis mampu memenuhi target organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) agar vaksinasi dosis kedua di Indonesia mencapai 40% dari total populasi pada akhir 2021.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam teleconference Sherpa Meeting I Presidensi G20, Selasa (7/12).
"Khusus Indonesia, WHO menargetkan vaksinasi dosis kedua 40% dari penduduk akhir tahun ini,"  kata Airlangga.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Satgas Covid-19, hingga Senin (6/12) kemarin realisasi penyuntikan vaksin dosis kedua sudah mencapai 99,2 juta orang. Sementara realisasi vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 142,7 juta orang.

Pemerintah Indonesia menargetkan vaksinasi Covid-19 kepada sebanyak 208,27 juta penduduk, dari total populasi Indonesia sekitar 270,2 juta jiwa.

Bahkan menurut Airlangga realisasi vaksinasi penuh atau dosis kedua Indonesia pada hari ini (Selasa, 7/12) telah mencapai 99,6 juta penduduk di Indonesia. Artinya sudah ada 37% jumlah populasi di Indonesia yang menerima vaksin dosis kedua.

Menurut Airlangga Hartarto, pemerintah menetapkan target vaksin hingga akhir tahun ini justru lebih besar, yakni mencapai 41,8% atau 113 juta penduduk. 

Untuk itu, sampai akhir bulan Desember, pemerintah harus merealisasikan vaksinasi kepada 13,4 juta penduduk yang sebelumnya telah menerima vaksin pertama. “Ini jadi sasaran minimal di akhir tahun untuk dosis kedua,” jelasnya.

Realsasasi vaksinasi Covid-19 ini untuk meningkatkan kenyamanan penyelenggaraan berbagai rangkaian pertemuan G20 di Indonesia.

Sebab tahun ini Indonesia menjadi pemimpin negara G20 atau Presidensi G20 sejak 1 Desember 2021 hingga 20 November 2022 mendatang.

Mengundang Perwakilan Afrika

Dalam rangkaian konfrensi internasional G20 terebut Indonesia telah memulai Presidensi G20 dengan agenda Sherpa Meeting I pada Selasa (7/12). 

Airlangga bilang, pertemuan kali ini tidak hanya dihadiri negara anggota G20 saja, tapi juga ada asosiasi negara perwakilan Afrika yang terkumpul dalam African Union. 

Keterlibatan Africa Union ini merupakan kali pertama dalam pertemuan G20, yang kali ini diketuai oleh Indonesia.

"Ketua African Union diwakili oleh Republik Demokratik Kongo. Kehadiran African Union merepresentasikan lebih dari 1,3 miliar penduduk di Benua Afrika," terang Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga juga mewaspadai ancaman varian Covid-19 omicron yang berawal dari Afrika. Menurut dia, penyebaran omicron ini menunjukkan adanya ketimpangan vaksin antara negara maju dan negara berkembang.

Saat ini vaksinasi Covid-19 di benua Afrika atau rata-rata baru mencapai 7%. Sementara realisasi tertinggi ada di Afrika Selatan yang sudah mencapai 24%.

Untuk itu, dalam agenda presidensi G20 ini Indonesia akan berupaya mendorong kolaborasi global dengan membuat langkah-langkah terobosan yang lebih kuat dan konkret agar vaksinasi Covid-19 lebih merata dan terjangkau.

Menurut Airlangga, penanganan pandemi Covid-19 selama ini cenderung lebih individual yang menyebabkan negara-negara berkembang tidak mampu mengakses vaksin dengan maksimal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×