kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.032   72,00   0,40%
  • IDX 5.201   -662,91   -11,31%
  • KOMPAS100 660   -101,32   -13,31%
  • LQ45 510   -79,65   -13,50%
  • ISSI 180   -21,36   -10,61%
  • IDX30 285   -43,89   -13,35%
  • IDXHIDIV20 368   -54,96   -13,00%
  • IDX80 76   -11,64   -13,34%
  • IDXV30 102   -13,42   -11,60%
  • IDXQ30 93   -14,49   -13,42%

Airlangga Buka Suara soal MSCI, Pemerintah Diminta Percepat Reformasi Pasar Modal


Jumat, 16 Oktober 2026 / 14:53 WIB
Airlangga Buka Suara soal MSCI, Pemerintah Diminta Percepat Reformasi Pasar Modal
ILUSTRASI. Pergerakan IHSG (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara mengenai sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap implementasi reformasi pasar modal Indonesia yang dinilai membutuhkan waktu relatif panjang.

Untuk itu MSCI memperpanjang tenggat waktu terkait reformasi pasar modal Indonesia pada Tahun 2027

Airlangga mengakui percepatan implementasi reformasi menjadi pekerjaan yang perlu dituntaskan agar kemajuannya terlihat pasar.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Minim Serap Tenaga Kerja

"Tentu yang mereka minta itu adalah implementasi dari apa yang sudah dijanjikan. Kalau kita lihat terkait implementasi daripada regulasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh pasar modal, ini kan mereka (MSCI) merasa periodenya agak panjang," ujar Airlangga kepada awak media di kantornya, Jumat (16/10/2026).

Airlangga mengatakan, pemerintah dan bursa perlu menjelaskan alasan di balik lamanya proses implementasi reformasi tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi itu menjadi catatan bagi pemerintah agar pembenahan pasar modal tetap berjalan.

"Tentu ini yang harus dijelaskan mengapa prosesnya membutuhkan waktu. Karena kita kan ada PNS sebelum proses itu dialihkan menjadi hukum dan yang lain. Nah, namun ini menjadi catatan bagi kita ke depan bahwa reform itu harus dijalankan," ujarnya.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa perhatian utama MSCI terletak pada implementasi regulasi dan langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). MSCI menilai periode implementasi reformasi di Indonesia relatif lebih panjang dibandingkan dengan negara lain.

"Concern paling utama implementing regulation, implementing langkah action dari bursa. Mungkin dibandingkan berbagai negara periodenya relatif lebih panjang. MSCI merasa bahwa periodenya relatif lama," kata Airlangga.

Untuk menindaklanjuti catatan tersebut, pemerintah akan berkomunikasi dengan pihak bursa guna mendorong langkah-langkah konkret dalam pelaksanaan reformasi pasar modal.

Airlangga menekankan, kemajuan reformasi harus dapat terlihat oleh investor pasar. Karena itu, diperlukan kejelasan mengenai tahapan pembenahan serta target waktu pelaksanaannya agar perkembangan reformasi dapat dipantau secara terukur.

"Harus ada progres yang terlihat oleh investor, baik domestik maupun asing," ujarnya.

Tenggat MSCI Berlanjut Hingga Tahun Depan

Airlangga juga menjelaskan bahwa pengumuman MSCI keluar lebih cepat dari perkiraan pemerintah. Sebelumnya, pemerintah memperkirakan pengumuman tersebut baru disampaikan pada November, tetapi MSCI mengeluarkan pengumuman lebih awal.

Baca Juga: Klaim Vape Tak Picu Diabetes Disorot, Komnas PT Minta Waspadai Narasi Industri Rokok

Ia menyebut, tenggat tindak lanjut oleh MSCI berikutnya berada pada April dan Juni tahun depan. Dengan demikian, pemerintah bersama BEI masih memiliki waktu untuk menunjukkan perkembangan reformasi serta memastikan langkah-langkah perbaikan berjalan sesuai dengan komitmen yang telah disampaikan.

Terkait kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari Frontier Market menjadi Standalone Market, Airlangga menjelaskan bahwa kategori Standalone Market berada di antara Frontier Market dan Emerging Market.

"Standalone itu in between antara Frontier dan Emerging Market, di antara itu," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×