kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Air butuh investasi Rp 270 T hingga 2019


Selasa, 21 April 2015 / 10:14 WIB
ILUSTRASI. PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR), produsen produk kemasan farmasi dan non-farmasi. Foto Dok IGAR


Reporter: Agus Triyono | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Keinginan pemerintah untuk meningkatkan rasio jangkauan masyarakat terhadap layanan air minum dan sanitasi menjadi 100% dalam lima tahun ke depan masih banyak ganjalan. Salah satunya, berasal dari besarnya kebutuhan investasi yang diperlukan untuk membangun sarana dan prasarana air minum dan sanitasi.

Berdasarkan perhitungan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), untuk membangun atau menambah satu pelanggan saja, kebutuhan investasinya rata-rata sebesar Rp 10 juta.

Direktur Eksekutif Perpamsi Subekti mengatakan, dengan gambaran investasi rata-rata per pelanggan tersebut, maka untuk bisa meningkatkan rasio jangkauan masyarakat terhadap air minum dalam lima tahun ke depan menjadi  100% dibutuhkan anggaran hingga Rp 274 triliun.

Saat ini rasio jangkauan layanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat Indonesia baru sekitar 67%. "Artinya masih ada 27 juta sambungan baru lagi yang memerlukan dana sekitar Rp 270 triliun," kata Subekti, Senin (20/4).

Subekti menambahkan, besarnya investasi yang dibutuhkan ini membuat upaya pemerintah untuk mewujudkan pemenuhan ketersediaan air minum bagi masyarakat cukup berat. Apalagi, kemampuan pemerintah untuk membiayai investasi di sektor ini lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya Rp 90,7 triliun atau sekitar 33% dari total kebutuhan investasi. "Ada kebutuhan sekitar Rp 184 triliun yang belum tertutupi," katanya.

Catatan saja, dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014- 2019 pemerintah menargetkan rasio jangkauan masyarakat terhadap akses air minum bisa mencapai 100%.

Deputi bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dedy Priatna bilang, untuk mencapai target itu pemerintah harus membangun banyak infrastruktur pendukung. Antara lain, membangun sistem penyediaan air minum. Setidaknya ada 13,4 juta sambungan rumah perkotaan dengan kapasitas 167.680 liter per detik. Selain itu pemerintah juga perlu membangun sistem penyediaan air minum pedesaan sebanyak 5,4 juta sambungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×