kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.713   5,00   0,03%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ahok ingin taman Jakarta pasang meteran parkir


Sabtu, 11 Oktober 2014 / 18:08 WIB
ILUSTRASI. BMKG baru-baru ini mengindikasikan cuaca panas yang tidak biasa di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kementerian Kesehatan meminta masyarakat waspada ketika berada di luar ruangan dengan tetap menjaga agar tubuh tetap sehat.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai, sistem parkir berbayar efektif untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi. Karena itu, ia menginginkan, semua taman di Jakarta dipasangi alat meteran parkir.

Tujuannya supaya saat berekreasi di taman, orang enggan membawa kendaraan pribadi dan memilih berjalan kaki atau bersepeda. "Kalau Rp 5.000 per jam kan mikir juga mereka," kata Ahok di sela-sela peresmian Taman Putra Putri di Pluit, Penjaringan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/10/2014).

Taman, kata Ahok, merupakan salah satu tempat yang menjadi fokus Pemprov DKI Jakarta untuk dilakukan penataan dan penertiban. Sehingga ia berharap, ke depannya semakin banyak warga yang memanfaatkan taman sebagai sarana rekreasi.

Sayangnya warga yang ke taman menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil atau motor, cenderung memarkir kendaraannya di pinggir jalan. Hal itu menjadi kontraproduktif dengan tujuan yang dicapai.

Sementara itu, untuk rencana pemasangan meteran parkir, Ahok mengakui masih harus dilakukan pengkajian. "Itu kan bertahap, kalau bagus, kita mau buka tender, baru akan dipasang tahun depan," kata Ahok.

Diketahui, sistem parkir berbayar masih dalam tahap uji coba sejak akhir bulan September di Jalan Agus Salim atau yang dikenal dengan Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat. Jika berhasil menekan kemacetan, maka sistem tersebut akan diperluas ke kawasan-kawasan lain di Ibu Kota. (Unoviana Kartika)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×