kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.943.000   -53.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.020   45,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Ada outflow dana di pasar saham, ekonom: Bukan indikasi buruk


Jumat, 11 Oktober 2019 / 19:49 WIB
Ada outflow dana di pasar saham, ekonom: Bukan indikasi buruk
ILUSTRASI. Papan elektronik pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham Indonesia yang masih volatile selama selama sepekan terakhir dinilai ekonom bukan sebagai indikasi buruk.

"Ini hanya sebagai indikasi relokasi portofolio saja. Semacam reposisi antarsektor maupun antarkelas aset," ujar Ekonom BCA David Sumual kepada Kontan.co.id, Jumat (11/10).

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat ada aliran dana asing yang keluar dari pasar saham sebesar Rp 360 miliar secara week to date hingga 10 Oktober 2019.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, keluarnya dana asing masih dipengaruhi oleh kondisi global.

David juga melihat bahwa volatilitas dalam pasar saham bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi di dunia global. Hal ini disebabkan investor yang lebih memilih mengutamakan keamanan (safety), sehingga lebih memilih ke fixed income.

Kondisi pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2019 yang masih belum terlalu kuat juga membuat investor masih belum menemukan katalis baru.

"Oleh karena itu, investor juga cenderung wait and see untuk menunggu perkembangan di Indonesia, juga kondisi global. Apalagi masih ada perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China," kata David.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×