kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Achmad Yurianto: Pulang kampung boleh asal metode benar


Kamis, 26 Maret 2020 / 22:13 WIB
ILUSTRASI. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengimbau kepada masyarakat yang pulang kampung agar tetap melaksanakan protokol keselamatan dengan metode yang benar sehingga tidak menulari atau tertular virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19.

"Tidak apa-apa," kata Yuri, Kamis (26/3).

Baca Juga: India terapkan kebijakan lockdown, begini kata pelaku usaha sektor batubara

Dalam hal ini Pemerintah mengingatkan segala aktivitas masyarakat, terutama yang sedang pulang kampung, agar tetap dapat melakukan "phisical distancing" atau jaga jarak fisik satu sama lain sehingga menekan risiko penularan Covid-19. Hal itu menjadi penting mengingat orang sehat dapat menjadi pembawa virus SARS-CoV-2 ke kampung halamannya jika memang tidak menjalankan protokol keselamatan yang baik.

"Ya jangan 'deket-deket', 'physical distance' itu pondasi dasarnya. Kalau 'kembangin' rumah pondasinya itu (jaga jarak), terserah mau pakai tembok, pakai bata, pondasinya itu," katanya merujuk perihal jaga jarak fisik.

Inti dari pondasi itu, adalah untuk menjaga agar mereka yang sehat tetap sehat tidak tertular. Dalam hal ini pondasi tetap harus terus dijaga karena tidak ada jaminan untuk daerah yang tidak terjangkit virus SARS-CoV-2 tidak memiliki risiko penularan Covid-19.

"Jaga jarak pada setiap komunikasi jadi penting. 'Droplet' percikan ludah atau lendir saat bersin batuk bisa sejauh 1,5 meter menyebar. Jarak itu yang kita jaga. Kurang lebih itu kita pertahankan. Siapapun mereka yang bawa virus ini tidak nampak sebagai orang sakit," katanya.

Baca Juga: Cegah sebaran corona, Tanah Abang tutup sampai 5 April 2020

"Fokus kita jaga jarak. Di sini muncul bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah dari rumah... Tidak semua orang memiliki kekebalan tubuh yang baik... Kalau yang tertular orang tua, saudara punya penyakit kronis mendahului, maka dampaknya sangat berat fatal," kata dia.

Tidak lupa, Pemerintah juga selalu mengingatkan masyarakat untuk terus mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) misalnya dengan membiasakan mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan atau melakukan kontak ke area wajah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×