kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

11 WNI di Marawi ditegaskan tak terlibat konflik


Senin, 29 Mei 2017 / 15:24 WIB


Sumber: Antara | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan pada Senin bahwa 11 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Marawi, Filipina, tidak terlibat dalam insiden baku tembak antara tentara Filipina dengan kelompok bersenjata di kota itu.

"Mereka ini adalah anggota Jamaah Tabligh yang melakukan khuruj, berdakwah selama 40 hari, di Filipina. Kebetulan markas JT di Filipina ada di Marawi," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan singkat, Senin.
 
Iqbal mengatakan aparat keamanan Filipina mengetahui keberadaan kesebelas WNI itu karena sudah mendapat laporan mengenai kehadiran mereka.

Pemerintah Indonesia sedang berupaya memulangkan kesebelas WNI yang kini berada di Kota Marawi ke Tanah Air.

Pada Selasa malam (23/5), Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberlakukan darurat militer di Mindanao, menyusul baku tembak antara tentara Filipina dengan kelompok bersenjata di Kota Marawi.

Media lokal Filipina mewartakan baku tembak terjadi ketika polisi dan tentara bergerak untuk melaksanakan perintah penahanan seorang pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon. Kelompok Maute merespons rencana penahanan itu dengan menyerbu Kota Marawi.

Status darurat militer tersebut diharapkan tidak berdampak terhadap keselamatan tujuh WNI yang saat ini masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina, kata Iqbal. (Aditya E.S. Wicaksono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×