Reporter: Asep Munazat Zatnika, Lamgiat Siringoringo | Editor: Cipta Wahyana
JAKARTA. Lagi-lagi kasus investasi bodong terungkap. Kali ini, giliran PT Gradasi Anak Negeri, perusahaan yang bergerak di bidang multilevel marketing (MLM), yang mencuat ke permukaan setelah salah satu nasabahnya melapor ke kepolisian, dengan tudingan telah melakukan penipuan.
Kepolisian Resort Kota (Polresta) Tangerang sedang menyelidiki kasus ini. Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Widada mengatakan, penyelidikan ini berangkat dari laporan salah satu nasabah Gradasi yang mengaku sudah menginvestasikan uang di perusahaan itu. Laporan nasabah tersebut masuk ke Polresta Tangerang pada Sabtu (26/5) lalu.
Namun, janji keuntungan investasi yang diumbar Gradasi tidak terealisasi. "Mereka menuntut pengembalian uang dan keuntungan yang dijanjikan perusahaan sebesar 10%," kata Wahyu kepada KONTAN kemarin (30/5).
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan, ada ratusan orang yang diduga menjadi nasabah Gradasi, dengan nilai investasi yang bervariasi. Namun, Wahyu tidak ingat berapa uang yang telah ditanam para nasabah.
Yang pasti, begitu laporan dari nasabah Gradasi masuk, polisi langsung melakukan penelusuran ke Gradasi. Sayang, gedung yang menjadi markas Gradasi sudah tidak ada lagi penghuninya. Karena itu, hingga kini Polresta Tangerang belum bisa memeriksa saksi dari Gradasi untuk menjelaskan semua tuduhan para nasabahnya.
KONTAN juga tidak berhasil menghubungi Ilham Hidayat, salah satu pengurus Gradasi. Tapi, Rahman, salah seorang nasabah Gradiasi, mengungkapkan, kebanyakan nasabah menginginkan uangnya kembali. "Jangan sampai kasus sudah di polisi tetapi uangnya tetap tidak kembali," ujarnya.
Beberapa hari belakangan banyak nasabah Gradasi yang mendatangi Polda Metro Jaya. Soalnya, mereka mendengar kabar Herry Heryawan, pengurus Gradasi, ada di Polda Metro. "Ia kami amankan karena disekap di kantornya oleh nasabah," ujar Kombes Rikwanto, Kepala Humas Polda Metro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













