kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.912
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS620.130 0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pebisnis ingin Dirjen Pajak baru paham dunia usaha

Kamis, 23 November 2017 / 21:46 WIB

Pebisnis ingin Dirjen Pajak baru paham dunia usaha

JAKARTA,25/04-BASIS DATA PAJAK. Wajib pajak sedang melakukan pelaporan pajak di Kantor Pelayanan Pajak [KPP] Jakarta Timur, Selasa (25/04). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), jumlah wajib pajak (WP) yang melaporkan SPT tahun pajak 2016 hingga Jumat (21/4) sebanyak 10,58 juta WP. "Realisasi pelaporan SPT itu naik 4,56% dibanding periode sama di tahun lalu," tandas Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Yon Arsal. Dari total SPT yang masuk hingga 21 April 2017, sebanyak 9,3 juta berasal dari WP orang perorangan karyawan. Angka itu naik 2,19% dari pelaporan di tahun 2016, sebanyak 9,1 juta WP. Sedang SPT dari WP perorangan non karyawan mencapai 926.000, naik 31,34% dibanding 21 April 2016. Sisanya, sebanyak 305.000 dari WP badan, naik 27% dari 21 April 2016. KONTAN/Fransiskus Simbolon/25/04/2017

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar penetapan Dirjen Pajak baru makin santer, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kabarnya telah tunjuk Robert Pakpahan sebagai pengganti Ken Dwijugiasteadi.

Meski belum bisa dipastikan, pengusaha punya banyak harapan. Bani Maulana Mulia, Managing Director PT Samudera Indonesia Tbk misalnya inginkan sosok Dirjen Pajak kelak, bisa memahami seluk beluk dunia usaha.

"Harapannya semoga Dirjen baru semakin mengerti dunia usaha, sehingga pajak dapat turut berkontribusi terhadap penciptaan nilai tambah industri. Tak semata mengejar pendapatan," kata Bani kepada Kontan.co.id, Kamis (23/11) malam.

Lantaran paham dunia usaha, Bani tambahkan Dirjen Pajak baru juga dapat ciptakan iklim fiskal yang kondusif. Termasuk membantu memberi insentif untuk sektor industri strategis.

Ia mencontohkan, di industri pelayaran maupun perakitan kapal misalnya dengan menciptakan tarif pajak pelayaran yang kondusif.

"Di Singapura khusus untuk pelayaran bisa bebas pajak karena dianggap strategis. Apalagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia?" sambungnya.

Sementara soal industri perakitan kapal ia contohkan bisa diberikan bea masuk gratis untuk suku cadang yang tak tersedia di Indonesia. Bahkan kata Bani, untuk saat ini membeli kapal di luar negeri kadang lebih murah dibanding di dalam negeri.

Hal senada juga dikatakan Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta. Ia pun ingin agar Dirjen Pajak tak membebani dunia usaha.

"Terlebih bagi pelaku usaha yang baru bertumbuh jangan kangsung tiba-tiba dipajaki," kata Sarman kepada Kontan.co.id dalam kesempatan berbeda.

Ia juga memberi catatan, khususnya soal kurang dilibatkannya pelaku usaha dalam penyusunan regulasi perpajakan.

"Harusnya bisa diadakan uji publik kepada pelaku usaha, misalnya untuk tax amnesty jilid 2 ini. Agar tak ganggu psikologi dunia usaha juga," sambungnya. 


Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Yudho Winarto

PAJAK

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta
14 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×