kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Kemkeu janji banyak dengarkan masukan akademisi


Rabu, 10 Februari 2016 / 15:25 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Keuangan berjanji lebih banyak mendengar masukan akademisi dalam membuat kebijakan fiskal. Hal ini terkait dengan kerjasama yang dijalin antara Kemenkeu dengan Forum Ekonom Indonesia (FEI), yang juga beranggotakan ekonom dari Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (Afebi).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara bilang, pihaknya akan menjadikan masukan AFEBI sebagai dasar membuat kebijakan.

Selama ini, hasil penelitian yang berasal dari akademisi hanya menghiasi lemari buku, dan perpustakaan. "Kami akan menjadikannya sbeagai pemikiran yang dipertimbangkan," kata Suahasil, Rabu (10/2) di Jakarta.

Memang, masukan dan pemikiran para akademisi itu tidak harus menjadi kebijakan. Karena setiap kebijakan harus dilihat dari berbagai sudut pandang, termasuk kepentingan dunia usaha.

Salah satu anggota Afebi, Nury Effendy yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pajajaran berharap hasil pemikiran yang disampaikan bisa memberikan sumbangsih. Ia melihat kampus selama ini sudah banyak kajian mengenai berbagai kebijakan di bidang fiskal.

Terutama dengan kondisi gejolak ekonomi global yang tenbgah terjadi. Serta dinamika lain yang sedang terjadi dalam perekonomian dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×