: WIB    --   
indikator  I  

Hadiri rapat pansus, penyidik KPK disidang

Hadiri rapat pansus, penyidik KPK disidang

KONTAN.CO.ID - Usai menghadiri rapat bersama panitia khusus (Pansus) hak angket DPR RI, Direktur Penyidikan KPK Aries Budiman langsung disidang oleh Dewan Pertimbangan Pegawai. Hal itu dilakukan lantaran kehadiran Aries ke kompleks DPR RI di Senayan tanpa surat tugas dari pimpinan.

"Segera, tadi pagi, ada sidang DPP, Dewan Pertimbangan Pegawai. Terdiri dari seluruh eselon 1, deputi maupun sekjen. Ditambah biro hukum dan pengawasan internal," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo, Rabu (30/8).

Namun Agus mengaku, hasil dari sidang tersebut belum dilaporkan kepada para pimpinan. Yang jelas, Agus menjelaskan, pihaknya saat ini masih menunggu putusan judicial review Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai keabsahan pansus tersebut.

Sebagaimana yang diceritakan Aries di DPR, Agus mengakui adanya friksi, utamanya di kalangan penyidik. Hanya saja, Agus menganggap friksi merupakan hal yang biasa terjadi dalam sebuah organisasi. Ia cuma memastikan, tidak ada kelompok dari pihak yang berbeda pendapat tersebut yang bisa mempengaruhi putusan pimpinan.

"Dimana tempat Anda bekerja tidak ada friksi? Jadi kalo saya, namanya friksi ya wajar saja. Bahwa itu mempengarui pimpinan, itu tidak terjadi," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, menambahkan perbedaan pendapat yang terjadi di organisasi yang ia pimpin masih dalam batas yang wajar. Pihaknya masih bisa menangani dan mengambil solusi atas permasalahan tersebut.

"Sementara ini saya kira masih sehat. Diantara 1.000 orang misalnya, pasti ada yang punya pemikiran berbeda. Tapi menurut kami, hal ini masih bisa diselesaikan secara intern," tambah perempuan yang memiliki latar belakang perwira tinggi Polri ini.

Sekedar tahu, di hadapan pansus hak angket Selasa (29/8) malam, Aries menceritakan beberapa permasalahan internal yang terjadi di KPK. Salah satunya soal perbedaan pendapat menyangkut perekrutan penyidik. Salah satu orang berpengaruh yang menentang keputusannya soal perekrutan penyidik adalah Novel Baswedan.


Reporter Teodosius Domina
Editor Johana K.

KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

Feedback   ↑ x
Close [X]