kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

YLKI catat selama pandemi aktivitas belanja online meningkat hingga 30%


Kamis, 14 Januari 2021 / 19:14 WIB
ILUSTRASI. Belanja daring.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkap kalau selama pandemi berlangsung, belanja online yang dilakukan oleh masyarakat mengalami peningkatan.

Melansir data dari Indonesian E-commerce Association (idEA) dan We Are Social menunjukkan, ditunjukkan kalau belanja daring di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 25% hingga 30%.

“Ini seiring dengan kebijakan pemerintah untuk tetap di rumah, menjaga jarak juga. Jadi, masyarakat belanja secara online. Naik hingga 30%,” ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, Kamis (14/1).

Pernyataan Tulus tersebut juga dikonfirmasi oleh Co-CEO Gojek Indonesia Kevin Aluwi. Sebelumnya, Kevin menjelaskan kalau GoJek memiliki fitur berbelanja secara online yaitu GoMart.

Baca Juga: Simak rencana ekspansi Sumber Alfaria Trijaya di tahun 2021

Meski tidak setinggi layanan prioritas lainnya seperti GoRide, GoCar, maupun GoFood, tetapi Kevin melihat adanya pola peningkatan dalam penggunaan GoMart selama pandemi Covid-19 ini yang menunjukkan minat masyarakat yang tinggi dalam berbelanja secara online.

“Selama masa pandemi, pembelanjaan di GoMart dalam jangka waktu setahun ini naik 7 sampai 8 kali lipat. Pertumbuhannya luar biasa,” kata Kevin.

Akan tetapi, Tulus lalu menyayangkan kalau yang banyak melakukan belanja online adalah masyarakat kelas menengah dan atas saja, bukan masyarakat pada kelompok menengah ke bawah.

Baca Juga: Tahun ini, Alkindo Naratama (ALDO) siapkan capex hingga Rp 160 miliar

Bahkan, pelaku pasar didominasi oleh pelaku pasar besar. Sedangkan yang berasal dari Unit Kecil Menengah (UKM) hanya 13 sektor saja yang tergabung dalam platform digital tersebut.

“Yang ditakutkan, memang ini meningkat, tetapi masih belum bisa menggerakkan perekonomian kecil,” tandasnya.

Selanjutnya: Kejar pertumbuhan, ini rencana ekspansi Sumber Alfaria Trijaya di tahun 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×