Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Pemerintahan saat ini dinilai belum bisa memaksimalkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat belum merata. Parahnya, korupsi juga makin meluas sehingga rakyat makin menderita.
Menurut Capres Partai Hanura, Wiranto, Indonesia adalah negara kaya dengan pantai dan laut paling luas di dunia. Begitu juga di daratan, kekayaan alam melimpah ruah.
Wiranto mengatakan, sayangnya anugerah dari Allah yang luar biasa itu masih disia-siakan pemimpin bangsa ini.
"Buktinya, kehidupan rakyat kecil masih susah, itu menandakan keadilan belum merata di Indonesia," kata Wiranto dalam orasi kampanye di depan ribuan kader dan simpatisan Hanura di Stadion Moh Sarengat, Batang, Jawa Tengah, Minggu (30/3).
Seperti dimuat dalam keterangan Media Center Partai Hanura, di Jakarta, hari ini, Wiranto menegaskan bahwa bangsa dan negara Indonesia membutuhkan perubahan. Sebab itulah cara satu-satunya agar kesejahteraan rakyat dapat tercipta.
Pada titik itu, Hanura bisa menjadi jawaban karena melaksanakan ideologinya didahului dengan gerakan moral.
Maka itu, Hanura pun siap memberantas korupsi di Indonesia, sebagai penyakit yang paling kronis menggerogoti sendi kehidupan berbangsa.
"Dengan kekuatan hati nurani di dada setiap manusia, Hanura akan memberantas penyakit korupsi. Ini karena Hanura adalah partai yang bebas korupsi, partai yang bersih," kata Wiranto.
Pada kesempatan itu, Wiranto menekankan salah satu penyebab mengapa masyarakat Indonesia masih menderita adalah banyaknya para pemimpin dan wakil rakyat yang korupsi.
Berdasarkan catatan, Kemendagri pernah meramalkan hingga akhir 2013 saja ada total 300 kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Sejak 2004 hingga Februari 2013, sudah ada 291 kepala daerah, baik gubernur, bupati, atau wali kota yang terjerat kasus korupsi. Rinciannya, Gubernur 21 orang, Wakil Gubernur 7 Orang, Bupati 156 orang, Wakil Bupati 46 orang, Wali Kota 41 orang dan Wakil Wali Kota 20 orang.
Data itu masih belum memasukkan data anggota dan mantan anggota DPR beserta kroni-kroninya yang terjerat kasus korupsi.
Wiranto mengklaim partai yang dipimpinnya adalah partai yang paling bersih dari korupsi. Karenanya dia meminta agar masyarakat memilih Hanura dan bersama-sama memberantas korupsi.
"Partai Hanura menjadi pertai yang paling bersih. Penyakit korupsi bisa kita berantas bersama-sama dengan hati nurani," ujar Wiranto.
Di dalam kampanye di Batang itu, Wiranto disambut ribuan pendukungnya. Begitu tiba di panggung, Wiranto langsung dielukan pendukungnya.
"Akhirnya kita bisa bertemu. Biasanya anda hanya melihat saya di televisi kan?" kata Wiranto yang lantas disambut tawa pendukungnya.
Menurutnya, seorang pemimpin yang menggunakan hati nurani tak akan mengkhianati rakyatnya.
"Saya kan pernah jadi tukang becak, asongan dan kernet bus makanya saya bisa merasakan bagaimana penderitaan masyarakat," kata Wiranto.
Nah, dengan pernah merasakan bagaimana rasanya menderita, Wiranto mengklaim dirinya tidak akan berkhianat kepada masyarakat.
Di salah satu stasiun televisi, Wiranto memang pernah menyamar sebagai tukang becak, pedagang asongan, dan kernet. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mengetahui bagaimana susahnya menjadi wong cilik. (Rachmat Hidayat)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News