kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.883   -52,00   -0,29%
  • IDX 5.839   -57,18   -0,97%
  • KOMPAS100 757   -7,86   -1,03%
  • LQ45 577   -6,86   -1,18%
  • ISSI 202   -0,82   -0,40%
  • IDX30 327   -3,92   -1,18%
  • IDXHIDIV20 403   -4,85   -1,19%
  • IDX80 86   -0,89   -1,02%
  • IDXV30 109   -0,80   -0,73%
  • IDXQ30 105   -1,27   -1,19%

Wapres: Proyek infrastruktur butuh keterlibatan swasta


Kamis, 19 Agustus 2010 / 20:22 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Wakil Presiden Boediono menilai penghambat investasi di dalam negeri adalah infrastruktur yang tidak memadai. Oleh sebab itu perlu keterlibatan semua pihak tidak hanya pemerintah

Caranya, kata Boediono, tidak harus mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semata. Melainkan harus merangkul dan melibatkan dunia usaha untuk berpartisipasi membangun infrastruktur. "Ini yang kita garap, kalau APBN saja tidak cukup," ujar Boediono, Kamis (19/8).

Selain memperbaiki infrastruktur, menurut Boediono pemerintah juga menghapus aturan yang menghambat laju investasi. Dia mencontohkan dalam pemasaran maupun perizinan proyek infrastruktur lewat mekanisme public private partnership (PPP) cukup satu pintu melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dengan begitu, investor yang tertarik membangun infrastruktur di Indonesia tidak perlu repot mengurus perizinannya. Artinya, kalau ada investor datang berminat membangun infrastruktur tidak harus berputar-putar ke instansi. "Insya Allah, investasi akan meningkat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×