kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Wapres: Proyek infrastruktur butuh keterlibatan swasta


Kamis, 19 Agustus 2010 / 20:22 WIB
Wapres: Proyek infrastruktur butuh keterlibatan swasta


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Wakil Presiden Boediono menilai penghambat investasi di dalam negeri adalah infrastruktur yang tidak memadai. Oleh sebab itu perlu keterlibatan semua pihak tidak hanya pemerintah

Caranya, kata Boediono, tidak harus mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semata. Melainkan harus merangkul dan melibatkan dunia usaha untuk berpartisipasi membangun infrastruktur. "Ini yang kita garap, kalau APBN saja tidak cukup," ujar Boediono, Kamis (19/8).

Selain memperbaiki infrastruktur, menurut Boediono pemerintah juga menghapus aturan yang menghambat laju investasi. Dia mencontohkan dalam pemasaran maupun perizinan proyek infrastruktur lewat mekanisme public private partnership (PPP) cukup satu pintu melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dengan begitu, investor yang tertarik membangun infrastruktur di Indonesia tidak perlu repot mengurus perizinannya. Artinya, kalau ada investor datang berminat membangun infrastruktur tidak harus berputar-putar ke instansi. "Insya Allah, investasi akan meningkat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×