kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Utang Luar Negeri BUMN Tercatat Kembali Turun Pada April 2022


Kamis, 16 Juni 2022 / 12:30 WIB
ILUSTRASI. Petugas menata tumpukan uang dolar AS


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan utang luar negeri (ULN) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada April 2022 mengalami penurunan 0,76% month on month (mom) yaitu dari Maret 2022 sebesar US$ 58,23 miliar menjadi US$ 57,78 miliar pada April 2022.

Melansir keterangan BI, Kamis (16/6), sementara secara tahunan juga mengalami penurunan sebesar 3,33% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2021 yang mencapai US$ 59,78 miliar.

Dalam ULN BUMN dikelompokkan menjadi tiga, diantaranya Bank, Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), dan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK).

Secara bulanan, penurunan ULN BUMN terjadi pada kelompok Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dan ULN BUMN Bank.

Adapun pada LKBB mengalami penurunan sebesar 13,99% mom yaitu dari Maret 2022 US$ 2,89 miliar menjadi US$ 2,48 miliar pada April 2022.

Baca Juga: BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia pada April 2022 Turun

Sementara itu, ULN BUMN Bank juga mengalami penurunan sebesar 0,47% mom yaitu dari Maret 2022 sebesar US$ 9 miliar menjadi US$ 8,96 miliar pada April 2022.

Lain halnya dengan ULN PBLK yang mengalami kenaikan tipis 0,002% yaitu dari Maret 2022 sebesar US$ 46,331 miliar pada Maret 2022 menjadi US$ 46,332 miliar pada April 2022.

Adapun secara tahunan, pertumbuhan ULN BUMN mengalami penurunan pada semua kelompok. Adapun pada ULN BUMN Bank mengalami penurunan sebesar 8,13% yoy yaitu dari April 2021 sebesar US$ 9,76 miliar menjadi US$ 8,96 miliar pada April 2022.

Sementara itu, ULN LKBB juga mengalami penurunan sebesar 4,74% yoy pada April 2021 sebesar US$ 2,61 miliar menjadi US$ 2,48 miliar pada April 2022.

Begitu juga dengan ULN PBLK yang juga mengalami penurunan sebesar 2,26% yoy dari April 2021 sebesar US$ 47,40 miliar menjadi US$ 46,33 miliar pada April 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×