kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Unilever Oleochemical peroleh tax holiday


Selasa, 25 September 2012 / 17:06 WIB
ILUSTRASI. Ekonom Celios perkirakan terjadi deflasi pada IHK Juli 2021, ini pemicunya


Reporter: Agus Triyono | Editor: Edy Can


JAKARTA. Tak lama lagi PT Unilever Oleochemical Indonesia segera memperoleh insentif pembebasan pajak (tax holiday).Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro mengatakan, surat keputusan pemberian tax holiday kepada anak usaha Unilever ini segera terbit.

Beberapa waktu lalu Unilever sudah mengajukan permohonan pembebasan pajak untuk pembangunan pabrik pengolahan sawit senilai Rp 1,2 triliun di Sei Mangkei, Sumatera Utara. "Tinggal menunggu surat keputusan. Setelah itu terserah dia mau berinvestasi dimana. Kalau kebetulan di kawasan ekonomi khusus ya kebetulan," ucapnya.

Pembangunan pabrik Unilever Oleochemical merupakan bagian dari investasi Unilever Plc di Indonesia. Sebelumnya, Chief Supply Chain Officer Unilever Plc Pier Luigi Sigismondi mengatakan, Unilever hendak berinvestasi di Indonesia hingga US$ 800 juta selama periode 2010-2012.

Investasi tersebut meliputi penambahan kapasitas di Unilever Indonesia senilai US$ 486 juta dan sisanya US$ 314 juta untuk pembangunan pabrik pengolahan oleokimia lewat Unilever Oleochemical Indonesia.

Pemberian insentif ini sebagia upaya pemerintah untuk memancing investor menanamkan duitnya di Indonesia. Namun, Direktorat Jenderal Pajak Fuad Rahmany beberapa waktu lalu beranggapan, pemberian insentif pembebasan pajak ini sebagai langkah mubazir. Dia beralasan, pemberian insentif pajak bukan pertimbangan utama para investor. "Pertimbangan utama mereka adalah masalah market, infrastruktur, kepastian hukum dan ketersediaan sumber daya daya manusia," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×