kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Tingkat serapan Bulog rendah


Jumat, 08 Mei 2015 / 17:00 WIB
ILUSTRASI. Realisasi penerimaan pajak sampai dengan akhir Oktober 2023 mencapai Rp 1.523,7 triliun, ditopang sektor manufaktur. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel waswas dengan serapan beras oleh Bulog yang diperkirakan rendah. Serapan Bulog seharusnya lebih tinggi di musim panen saat ini.

Rachmat mengungkapkan, beras dari petani justru banyak yang dibeli oleh para pengusaha. "Laporan belum saya terima, tapi informasi sejauh ini memang serapannya kurang," ujar Rachmat, Jumat (8/5) di Istana wakil Presiden, Jakarta.

Kondisi ini bisa membahyakan kondisi harga beras di pasar. Bahkan, hingga saat ini harga beras di masih dinilai tinggi. Oleh karenanya, rachmat mengaku sudah menyiapkan jurus-jurus jitu untuk menangkal itu.

Hanya saja, Rachmat tidak menjelaskan apa saja yang akan dilakukan oleh pemerintah. Alasannya, ini terkait dengan strategi melawan para mafia beras itu.

Ia juga mengaku masih menunggu laporan dari Kementerian Pertanian (Kementan) mengenai data resmi hasil panen. Jika sudah diterima, pihaknya akan memutuskan apakah akan melakukan impor atau tidak.

Sebab, bahaya jika ternyata stok beras bulog rendah tetapi harga masih tinggi. Jika demikian, pemerintah tidak bisa melakukan operasi pasar.

Hal itu diamini oleh Wakil Presiden jusuf Kalla (JK). Menurut JK, cadangan beras di bulog minimal harus 1,5 juta ton. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 20 hari. "Kalau masih kurang, tidak boleh tidak, kita harus impor," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×