kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Tim Kemenristek petakan tiga prioritas untuk tangani Covid-19


Kamis, 26 Maret 2020 / 20:47 WIB
Tim Kemenristek petakan tiga prioritas untuk tangani Covid-19
ILUSTRASI. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro.

Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) membentuk Konsorsium Covid-19 dengan bekerjasama dengan Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK) di bawah lingkungan Kemenristek BRIN.

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, ada tiga prioritas yang akan menjadi fokus dari tim konsorsium ini, yaitu prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang.

"Pada prioritas jangka pendek, Konsorsium akan berfokus pada penelitian dan kajian sistematik terhadap berbagai aspek dari Covid-19. Seperti penelitian mengenai potensi tanaman herbal yang dapat digunakan untuk meningkatkan imunitas dan mencegah penularan virus," ujar Bambang di dalam telekonferensi, Kamis (26/3).

Baca Juga: Kemenristek alokasikan anggaran Rp 20 miliar untuk penanganan corona

Selain itu, prioritas jangka pendek ini juga mencakup pengembangan alat pelindung diri (APD) mulai dari masker, hand sanitizer, serta sterilization chamber (tenda sterilisasi).

Kemudian, prioritas jangka menengah dari Konsorsium ini adalah akan berfokus pada pengembangan dan pengkajian rapid test kit untuk mendeteksi penularan virus corona, baik untuk deteksi awal maupun deteksi akhir.

"Kami akan fokus pada pengembangan test kit ini, baik yang dikembangkan sendiri maupun dengan mempelajari test kit yang sudah ada di luar negeri, sehingga kita bisa memproduksi test kit sendiri," jelas Bambang.

Terakhir, prioritas jangka panjang dari Konsorsium Covid-19 ini adalah berfokus pada pengkajian serta pengembangan obat dan vaksin, termasuk avigan, chloroquine, kina dan sebagainya.

Bambang mengungkapkan, untuk pengembangan obat dan vaksin tentu akan menjadi tantangan tersendiri dan membutuhkan waktu yang lama, terlebih proses ini membutuhkan uji klinis dengan teliti.

Baca Juga: Kemenristek bentuk konsorsium Covid-19 untuk menangani penyebaran virus corona

Namun demikian, pihaknya akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pembuatan obat serta vaksin untuk kebutuhan dalam negeri.

"Kami juga akan melakukan pengujian terhadap obat-obatan yang diklaim bisa mengatasi virus corona, sekaligus juga mengembangkan jenis obat yang barangkali lebih tepat untuk mengatasi virus corona," kata Bambang.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×