Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - Tahun 2026 menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss yang merupakan momentum penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi antar kedua negara. Kolaborasi dunia usaha adalah kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Pentingnya penguatan hubungan ekonomi kedua negara turut menjadi sorotan dalam kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Bern pada 28 September 2026 bersama Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin membahas potensi besar investasi dan transfer teknologi di sektor infrastruktur air, energi, dan transportasi rendah karbon.
Hubungan ekonomi Indonesia dan Swiss memiliki fondasi yang kuat dan potensi besar untuk terus berkembang. Kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, Indonesia mengalami surplus perdagangan US$4,97 miliar. Komoditas utama ekspor dari Indonesia ke Swiss antara lain batu mulia terutama emas, minyak atsiri, kopi, alas kaki, dan garmen. Adapun investasi Swiss ke Indonesia tercatat mencapai sekitar US$110 juta pada 2025.
Menjembatani dunia usaha Indonesia-Swiss
Dalam upaya memperkuat perdagangan, investasi, serta hubungan ekonomi jangka panjang kedua negara, sejak 2018 Kamar Dagang Swiss di Indonesia (SwissCham Indonesia) telah menghubungkan pelaku usaha Swiss dan Indonesia melalui kegiatan dialog kolaboratif, advokasi, serta jaringan hubungan bisnis dan sosial.
“Hubungan bilateral yang kuat perlu terus didukung oleh kemitraan ekonomi yang berkelanjutan, utamanya antara para pelaku bisnis dan pemerintah. Dalam konteks ini, SwissCham Indonesia memiliki peran strategis dalam menjembatani dunia usaha, khususnya perusahaan Swiss di Indonesia, untuk memperkuat kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan Swiss,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Swiss Ngurah Swajaya melalui keterangan resmi.
Kontribusi nyata SwissCham Indonesia dalam memperkuat kerja sama ekonomi bilateral kedua negara diwujudkan melalui berbagai inisiatif. Melalui kelompok kerja sektoral dan keterlibatan dengan pemangku kepentingan, SwissCham Indonesia memfasilitasi pertukaran perspektif antara perusahaan anggotanya mengenai regulasi, perpajakan, kepabeanan, pengembangan tenaga kerja, keberlanjutan, dan inovasi.
Dengan pendekatan kolektif, SwissCham Indonesia berpartisipasi dalam dialog kebijakan yang konstruktif guna mendukung iklim bisnis yang kondusif dan berkelanjutan. SwissCham Indonesia memberikan masukan terkait regulasi bisnis, kemudahan berinvestasi, serta pembaruan regulasi penting di Indonesia sehingga perusahaan asal Swiss dapat beradaptasi dan berkontribusi optimal di pasar Indonesia.
Penguatan kemitraan ekonomi Indonesia dan Swiss khususnya melalui kolaborasi dunia usaha diyakini akan memberikan manfaat konkret dan berkelanjutan bagi kedua bangsa. Momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss adalah panggilan strategis bagi pelaku dunia usaha di kedua negara untuk mengambil peran terdepan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














