kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.939   22,00   0,13%
  • IDX 9.057   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.255   -1,23   -0,10%
  • LQ45 889   -0,84   -0,09%
  • ISSI 330   -0,22   -0,07%
  • IDX30 453   0,15   0,03%
  • IDXHIDIV20 536   2,79   0,52%
  • IDX80 140   -0,20   -0,14%
  • IDXV30 148   1,10   0,75%
  • IDXQ30 145   0,18   0,13%

Survei BPS: Pakai Masker, 87,6% Responden Melihat Masyarakat Jawa-Bali Sudah Patuh


Selasa, 15 Maret 2022 / 15:05 WIB
Survei BPS: Pakai Masker, 87,6% Responden Melihat Masyarakat Jawa-Bali Sudah Patuh
ILUSTRASI. Sebuah poster penggunaan masker sekali pakai terpasang di salah satu sudut pasar di Jakarta,


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) kembali merilis hasil survei terbarunya tentang Survei Perilaku Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19.

Survei dilakukan secara online untuk melihat perilaku masyarakat saat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satunya adalah survei atas tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Digelar sejak tanggal 16 -25 Februari 2022 dengan responden sebanyak 254.817 orang. Perincian responden berdasarkan jenis kelamin adalah mayoritas atau 56,1% adalah perempuan, dan sisanya laki-laki. Mayoritas responden berada di Jawa-Bali yakni sebanyak 66,7%%.

BPS mencatat, tingkat kepatuhan responden terhadap protokol kesehatan secara umum sudah cukup baik khususnya di wilayah Jawa-Bali.

Adapun tingkat kepatuhan disiplin protokol kesehatan yang dimaksud adalah menggunakan masker, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Baca Juga: Daya Beli Buruh Tani dan Buruh Bangunan Meningkat pada Februari 2022

Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan, untuk pemakaian masker 87,6% responden melihat masyarakat Jawa-Bali sudah patuh terhadap pemakaian masker. Hal ini lebih rendah dibanding penilaian di luar Jawa-Bali sebesar 78,5%.

“Secara umum responden itu menerapkan protokol kesehatan kepatuhannya sudah cukup baik, khususnya kalau kita pisahkan Jawa-Bali itu relatif lebih baik dibandingkan luar Jawa-Bali,” kata Margo dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/3).

Sedangkan tingkat kepatuhan responden terhadap protokol kesehatan di wilayah Luar Jawa-Bali masih tertinggal dari Jawa-Bali, terutama protokol menjaga jarak dan mengurangi mobilitas di mana tingkat kepatuhan masih di bawah 65%.

BPS juga mencatat dari lima protokol kesehatan yang ada, kepatuhan terendah ada pada protokol menjaga jarak dan mengurangi mobilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×