Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperluas aset yang bisa menjadi underlying dalam operasi moneter dengan menerima obligasi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau PT SMF untuk transaksi repurchase agreement (repo).
Kebijakan ini dinilai dapat memperluas akses likuiditas sekaligus mendukung pembiayaan dan perputaran ekonomi.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyambut positif langkah tersebut karena instrumen milik dua perusahaan pembiayaan pemerintah kini dapat digunakan untuk memperoleh likuiditas dari BI melalui mekanisme repo.
Baca Juga: Dana Asing Keluar, Pasar Obligasi Ritel RI Jadi Oasis Investasi Domestik
"Ini akan menggulirkan perekonomian ke depan," ujar Suahasil di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (1/10/2026).
Dengan masuknya obligasi SMI dan SMF sebagai aset yang dapat direpokan ke BI, ruang bagi pelaku pasar untuk mengakses likuiditas melalui operasi moneter menjadi lebih luas.
Menurut Suahasil, tambahan instrumen tersebut dapat membantu menjaga kelancaran aliran likuiditas yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Program Destry Damayanti Jika Jadi Gubernur BI: Jaga Rupiah dan Stabilitas
Suahasil menilai perluasan underlying tersebut menjadi fondasi yang positif bagi perekonomian ke depan, terutama dalam mendukung pembiayaan melalui instrumen pasar keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














