kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.020,20   -5,44   -0.53%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Sri Mulyani Sebut PDB Global Terancam Turun US$ 1 Triliun


Minggu, 19 Juni 2022 / 14:10 WIB
Sri Mulyani Sebut PDB Global Terancam Turun US$ 1 Triliun
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penurunan PDB dunia ini lantaran seluruh masyarakat di dunia mengalami tekanan yang luar biasa akibat adanya pandemi Covid-19.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Studi McKinesey Global Institute menyebut, pada tahun depan produk domestik bruto (PDB) secara global terancam turun US$ 1 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penurunan PDB dunia ini lantaran seluruh masyarakat di dunia mengalami tekanan yang luar biasa akibat adanya pandemi Covid-19, terutama kaum perempuan yang terkena dampaknya jauh lebih parah.

Sehingga dalam studi tersebut, kata Sri Mulyani, jika permasalahan gender pada masa pandemi tidak terselesaikan maka, PDB global bisa turun US$ 1 triliun.

Namun, jika ada tindakan untuk meningkatkan kesetaraan gender dengan memfokuskan investasi pada edukasi, keluarga berencana (KB), kesehatan ibu, inklusi digital dan finansial, menyelesaikan hak para pekerja, serta merawat masyarakat berusia lanjut, maka PDB global pada tahun 2023 dapat tumbuh hingga US$ 13 triliun.

“PDB global pada tahun 2023 dapat tumbuh hingga US$ 13 triliun. Ini angka yang begitu signifikan,” tulis Sri Mulyani dalam laman Instagramnya @smindrawati, Sabtu (18/6).

Baca Juga: Pembangunan IKN Diharapkan Jadi Stimulus Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Selaras dengan tujuan tersebut, dalam side event B20 yang diselenggarakan Women in Business Action Council pada Jumat (17/06), Sri Mulyani menyampaikan bahwa Indonesia telah berproses sangat signifikan terkait kesetaraan gender. Bahkan menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat 53% dari keseluruhan tenaga kerja di Indonesia merupakan wanita.

Sayangnya, 62% dari tenaga kerja tersebut berada di sektor informal. Padahal, tingkat inklusi keuangan wanita di Indonesia lebih tinggi 5% daripada laki-laki.

Menurutnya, ini menjadi tugas pemerintah yang selaras dengan agenda pembangunan nasional. Adapun, Presiden Joko Widodo sendiri telah menargetkan pengentasan kemiskinan absolut pada tahun 2024, dimana pada konteks ini peran wanita menjadi sangat penting.

“Saya paham tantangan ini tidaklah mudah. Untuk itu, saya harap inklusi finansial akan mengakselerasi Indonesia mengurai masalah ini khususnya bagi kaum wanita. Karena bila kita berinvestasi pada wanita, kita berinvestasi pada masa depan bangsa,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Jokowi Pastikan Program Kartu Prakerja Berlanjut pada 2023

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Storytelling with Data Berkomunikasi dengan Diplomatis dan Asertif

[X]
×