kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Sri Mulyani janjikan insentif untuk pengembangan mobil listrik


Senin, 14 Januari 2019 / 19:37 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berjanji akan memberikan insentif untuk menggairahkan pengembangan kendaraan bermotor listrik dalam negeri. Insentif tersebut berupa perbedaan dalam memungut pajak.

Hal itu diungkapkan  Sri Mulyani usai menghadiri rapat terbatas percepatan program kendaraan bermotor listrik. Ia bilang ada kategori mobil listrik yang diberikan insentif perbedaan pajak. "Kalau tidak salah itu Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)-nya itu lebih rendah sekitar 50% dibandingkan yang mobil vehicle biasa," ujar Menkeu usai rapat di Kantor Presiden Senin (14/1).

Sri Mulyani melanjutkan, PPnBM akan berlaku bagi seluruh jenis mobil. Ia juga mengungkapkan insentif akan diberikam bagi mobil dengan jenis sedan. Selain PPnBM, ada pula insentif pajak bagi industri pendukung kendaraan bermotor listrik.  Industri pendukung tersebut seperti industri baterai, charger baterai, dan untuk pembuat komponen.

Oleh karena itu, Ia menuturkan perlu ada konsultasi dengan DPR. Hal itu sesuai dengan Undang Undang Pajak Penambahan Nilai (UU PPN). "Kami perlu sampaikan konsultasi dan kami akan segera menulis surat," terangnya.

Sebelumnya Indonesia menargetkan produksi kendaraan bermotor listrik mencapai angka 20% dari kebutuhan pada tahun 2025. Angka tersebut sama dengan 400.000 mobil listrik dan 2 juta sepeda motor listrik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×