Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia buka suara terkait kabar reshuffle kabinet Merah Putih.
Bahlil menegaskan bahwa kebijakan reshuffle merupakan hak preogratif presiden. Menurutnya, sebagai menteri pihaknya tidak memiliki hak untuk menjawab hal ini.
"Menteri-menteri kan pembantu presiden, jangan membuat gerakan tambahan. Semua diserahkan pada presiden," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Rabu (28/1/2026).
Bahlil pun enggan menjawab saat ditanya apakah Golkar mengirim nama khusus usai isu perombakan kabinet ini menguat.
Baca Juga: KKP: 19 Kampung Nelayan Sudah Rampung Dibangun per Januari 2026
Ketua Umum Golkar ini kembali menegaskan bahwa kewenangan reshuffle menjadi hak prerogatif Kepala Negara.
"Semua keputusan kita serahkan kepada Bapak Presiden," ungkap Bahlil.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan reshuffle kabinet siang ini, Rabu (28/1/2026). Namun begitu, belum ada informasi siapa saja calon pejabat yang akan merapat ke Istana Kepresidenan.
Berdasarkan berita beredar, ada beberapa nama yang masuk kedalam bursa calon pembantu presiden yakni, Juda Agung yang dikabarkan akan dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Selanjutnya, Budi Dwiwandono yang dikabarkan akan dilantik sebagai Menteri Luar Negeri dan Sugiono yang disebut akan ditugaskan sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.
Hingga kini, pantauan Kontan di Istana belum ada satu pun pejabat yang merapat.
Baca Juga: Resmi! Ini Aturan Pakaian Dinas ASN 2026, Cek Jadwal Penggunaan Batik Korpri
Selanjutnya: Harga Emas Naik di Atas US$ 5.300 per Ons Seiring Melemahnya Dolar AS
Menarik Dibaca: Masuki Usia 35 Tahun, Ini Upaya McDonalds Indonesia Untuk Konsumen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













