kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Selain raksasa, sapi-sapi Jokowi untuk kurban 2020 punya keistimewaan, ini daftarnya


Kamis, 30 Juli 2020 / 11:00 WIB
Selain raksasa, sapi-sapi Jokowi untuk kurban 2020 punya keistimewaan, ini daftarnya
ILUSTRASI. Petugas Dinas Pertanian dan Perikanan memeriksa sapi yang dibeli Presiden Joko Widodo untuk kurban Idul Adha di Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2020). Presiden Joko Widodo membeli sapi jenis limusin dengan berat 1,03 ton tersebut untuk dise

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Presiden Jokowi  kembali menyumbangkan sapi kurban ke berbagai wilayah di Indonesia pada Idul Adha 2020. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Presiden Jokowi membeli sapi istimewa karena berukuran besar.

Namun untuk kurban kali ini, sapi-sapi Presiden Jokowi juga punya keistimewaan yang lain. Sejumlah sapi-sapi Jokowi punya cara perawatan yang istimewa, berbeda dari sapi biasanya. Selain itu, sapi-sapi Jokowi juga istimewa dalam prestasi. 

Baca juga: Harga mobil bekas Honda Freed Juli 2020 semakin terjangkau, ini daftarnya

Berikut beberapa cerita unik dari sapi-sapi Jokowi :

1. Tidur di karpet Rp 2 juta

Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jokowi membeli sapi jumbo dari peternak lokal, yakni Rahman Takka. Sapi seberat 1,2 ton itu ditempatkan di atas karpet seharga Rp 2 juta. Alasannya agar sapi bernama Puang Tedong itu tidak kedinginan sehingga bisa tidur nyeyak.

"Ada banyak upaya yang saya lakukan agar Puang Tedong tetap sehat dan bisa diserahkan utuh ke Presiden Jokowi. Saya sudah beri dua lembar karpet hitam, menjaga mandi, dan makannya tiga kali sehari," kata Rahman.

"Ini bukan hanya soal harganya yang fantastis dan membuat saya senang, lebih dari itu, saya bangga karena sapi kesayangan saya dibeli orang penting,” lanjut dia saat ditemui Kompas.com, Minggu (26/7/2020).

Bahkan, dirinya rutin melakukan ronda malam agar sapi yang dibeli orang nomor satu di Indonesia itu tidak hilang. Rahman membanderol sapinya dengan harga Rp 100 juta, tetapi akhirnya dilepas dengan harga Rp 89 juta.

Ketika hendak dibawa ke tempat penyembelihan hewan kurban, sapi Puang Tedong sempat mengamuk. Ia menyeruduk benda apa saja di sekitarnya dan sempat membuat masyarakat ketakutan. Usai mengamuk dua jam, sapi itu kembali tenang dan dibawa ke tempat penyembelihan hewan kurban.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×