Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.568
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS655.000 -0,15%

Rupiah sentuh Rp 14.300, BI: Penguatan tajam ini masih wajar

Kamis, 29 November 2018 / 19:40 WIB

Rupiah sentuh Rp 14.300, BI: Penguatan tajam ini masih wajar
ILUSTRASI. Uang dollar AS

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat tajam ke posisi Rp 14.382 per dollar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (29/11) di pasar spot. Bank Indonesia (BI) memperkirakan, penguatan rupiah masih mungkin berlanjut seiring dengan dorongan sejumlah sentimen positif.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengatakan, penguatan rupiah utamanya dipicu oleh pernyataan Gubernur Federal Reserves Jerome Powell yang memperlunak pandangannya (stance) terhadap kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS tersebut.


"Pernyataan Powell tersebut semakin memperkuat keyakinan pasar bahwa tren kenaikan Fed Fund Rate (FFR) sudah mendekati akhir. Setelah kenaikan di bulan Desember nanti, pasar memperkirakan hanya ada satu kali kenaikan di tahun 2019," ujar Nanang, Kamis (29/11).

Selain itu, Nanang menilai, pasar juga masih optimistis terhadap terbukanya kesepakatan dagang antara AS dan China yang akan melalui negosiasi lagi dalam pertemuan negara-negara G20 di Argentina. Sentimen perang dagang dan prospek kenaikan suku bunga FFR merupakan dua faktor eksternal utama yang selama ini membuat rupiah kian terpuruk.

Selain itu, kurs rupiah juga terangkat seiring dengan harga minyak mentah dunia yang merosot tajam hingga menyentuh US$ 50 per barel. "Ini juga dapat mengurangi tekanan pada defisit neraca perdagangan migas Indonesia ke depan," kata Nanang.

Adapun, BI melihat penguatan tajam nilai tukar rupiah saat ini masih terbilang wajar. Pasalnya, mata uang Garuda sempat terdepresiasi dalam sepanjang tahun ini hingga sempat menyentuh Rp 15.200 di pasar spot.

"Iklim lebih kondusif bagi terciptanya stabilitas nilai tukar rupiah, tidak tertutup kemungkinan akan membuat rupiah semakin menguat," lanjutnya.

Penguatan rupiah, tambah Nanang, juga merupakan wujud kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia. Sebab, investor melihat respons kebijakan moneter dan fiskal yang konsisten dan pruden dalam menghadapi tantangan global dan domestik, termasuk dalam mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan.

Reporter: Grace Olivia
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0750 || diagnostic_web = 0.4024

Close [X]
×