kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.779   19,00   0,11%
  • IDX 8.882   23,25   0,26%
  • KOMPAS100 1.219   1,29   0,11%
  • LQ45 861   0,89   0,10%
  • ISSI 320   -0,62   -0,19%
  • IDX30 440   -2,46   -0,56%
  • IDXHIDIV20 512   -3,71   -0,72%
  • IDX80 136   0,22   0,16%
  • IDXV30 142   0,04   0,03%
  • IDXQ30 141   -0,98   -0,69%

Rupiah melemah lagi, BI: Semuanya karena faktor eksternal


Senin, 21 Mei 2018 / 11:44 WIB
Rupiah melemah lagi, BI: Semuanya karena faktor eksternal
ILUSTRASI. Ilustrasi Rupiah, Jakarta


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini kembali melemah. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah hari ini berada di level Rp 14.176, melemah dibandingkan Jumat pekan lalu Rp 14.107.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengatakan, pelemahan ini disebabkan oleh faktor eksternal. Ia pun menampik bahwa pelemahan rupiah ini terjadi karena pasar berekspektasi bahwa pada RDG 16-17 Mei kemarin, BI menaikkan suku bunga acuan BI-7 day reverse repo rate sebanyak 50 bps, tetapi BI hanya menaikkan 25 bps.

“Semuanya masih karena faktor eksternal,” ujarnya kepada KONTAN.co.id, Senin (21/5).

Faktor eksternal yang dimaksud adalah rencana kenaikan lanjutan suku bunga bank sentral AS, The Fed di tahun ini. Juga, kenaikan imbal hasil US Treasury yang telah melebihi level 3%.

Adapun ia mengatakan, pelemahan rupiah kali ini tidak ada kaitannya dengan usulan Kementerian ESDM agar penambahan subsidi Solar tidak menggunakan mekanisme anggaran dari APBN, tetapi menggunakan cadangan devisa negara.

Sebab, APBNP memakan waktu yang lama karena harus melewati persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Tidak ada sama sekali terkait usulan ESDM,” pungkas Nanang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×