kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Rizal Ramli: Sistem pulsa listrik rugikan warga


Senin, 07 September 2015 / 19:30 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sistem pembayaran listrik menggunakan pulsa pra bayar dinilai merugikan dan membebani konsumen. Hal tersebut disebabkan karena potongan yang dikenakan dalam pembelian pulsa listrik terlalu tinggi hingga mencapai lebih dari 30% dari harga yang dibayarkan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mencontohkan, untuk pembelian pulsa listrik senilai Rp 100.000, maka isi pulsa yang dapat digunakan hanya sebesar Rp 73.000. "Pakai pulsa (listrik) itu kejam sekali," kata Rizal, Senin (7/9).

Padahal, biaya administrasi untuk pembelian pulsa listrik diperkirakan hanya Rp 5.000. Oleh karena itu, bila ada pemotongan isi kuota listrik tersebut, setidaknya masih ada Rp 95.000.

Oleh karena itu, Rizal mengharap agar pemasangan listrik bagi masyarakat dapat dilakukan dengan dua cara, yakni melakui pulsa atau meteran. "Kami ingin tidak boleh lagi monopoli. Masyarakat dapat memilih pakai meteran atau pulsa," ujar Rizal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×