kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Riset PKJS UI temukan dana bantuan sosial untuk beli rokok


Selasa, 02 Juli 2019 / 11:22 WIB

Riset PKJS UI temukan dana bantuan sosial untuk beli rokok
ILUSTRASI. KARTU KELUARGA SEJAHTERA

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan bisa menjadi senjata makan tuan. Program bantuan sosial dalam bentuk tunai itu berpotensi digunakan bukan untuk penggunaan semestinya. Hal ini terungkap dalam hasil riset yang dilakukan oleh Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) Universitas Indonesia (UI).

Studi PKSJ UI tersebut menunjukkan, bahwa penerima bantuan sosial berkorelasi positif dengan perilaku merokok. Efek tertinggi terjadi pada penerima bantuan tunai Program Keluarga Harapan (PKH).


“Distribusi PKH yang diberikan secara tunai justru meningkatkan pendapatan penerima bantuan sosial untuk membeli rokok,” kata Teguh Dartanto, Ketua Peneliti PKJS-UI.

Dalam riset dijelaskan, penerima bantuan sosial memiliki kecenderungan merokok lebih tinggi jika dibandingkan dengan bukan penerima bansos. “Penerima PKH memiliki peluang 11% poin lebih tinggi untuk merokok jika dibandingkan bukan penerima PKH,” kata Teguh.

Hasil studi lainnya yang dilakukan oleh PKJS adalah, rumah tangga yang menerima bantuan sosial cenderung memiliki konsumsi batang rokok lebih tinggi. Dengan temuan ini, ada potensi dana PKH yang diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) justru mengalir untuk pembelian rokok. Padahal, dana PKH diperuntukkan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Renny Nurhasana, Manajer Program Pengendalian tembakau dan peneliti PKJS-UI menambahkan, temuan ini diharapkan bisa menjadi acuan bagi pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan pengendalian dari konsumsi rokok.

“Target mendapatkan sumberdaya berkualitas di masa depan akan turun jika dana bantuan sosial digunakan bukan untuk kepentingan utama,” kata Renny. Untuk itu, Renny merekomendasikan agar pemerintah fokus dalam menurunkan prevalensi merokok salah satunya dengan menaikkan cukai rokok.

Terkait temuan ini, Teguh menyarankan adanya pemberian insentif dan insentif atas perilaku merokok Terkait temuan ini, teguh menyarankan adanya pemberian insentif dan insentif atas perilaku merokok terutama untuk penerima bantuan sosial generasi muda seperti Program Indonesia Pintar dan PKH.

 


Reporter: Asnil Bambani Amri
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0519 || diagnostic_web = 0.2662

Close [X]
×