kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

RAPP tidak patuh aturan, ini penjelasan KLHK


Rabu, 13 Desember 2017 / 18:03 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) tidak patuh terhadap peraturan pemerintah.

"RAPP belum bisa mematuhi kebijakan yang dibuat oleh pemerintah," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) KLHK, Bambang Hendroyono kepada KONTAN, Rabu (13/12).

Hal tersebut diungkapkan Bambang melihat revisi Rencana Kegiatan Usaha (RKU) yang diserahkan 30 Oktober yang lalu. Pada revisi RKU tersebut Bambang menyatakan bahwa RAPP masih mencantumkan penanaman di fungsi lindung lahan gambut. Aturan yang dibuat pemerintah melarang penanaman pada fungsi lindung untuk perbaikan.

Ketidakpatuhan RAPP juga terlihat pada permintaan pemerintah untuk revisi RKU. Permintaan revisi RKU sebelumnya telah disampaikan pada Mei 2017. Namun, hal tersebut masih belum mendapatkan tanggapan dari RAPP sehingga RKU milik RAPP dibatalkan.

Sebelumnya RAPP sempat melakukan perubahan RKU akibat perubahan teknis. Hal itu diajukan oleh RAPP karena kebutuhannya.

"Mereka telah revisi RKU telah 4 kali sebelumnya, tapi kenapa diminta revisi oleh pemerintah tidak patuh," terang Bambang.

RKU yang berlaku hingga masa berlaku selesai perlu melihat ketentuan peralihan yang mewajibkan menjaga fungsi hidrologis. Bambang menegaskan perusahaan tetap harus menjaga fungsi lindung.

Bambang menyadari aturan ini berdampak pada bahan baku. Namun, Bambang bilang hal tersebut hanya akan terjadi pada jangka pendek.

Saat ini RKU yang telah disahkan sebanyak 32 perusahaan. Angka tersebut dari total 85 perusahaan. Sementara yang lainnya sedang dalam proses.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×