kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.808   -20,00   -0,12%
  • IDX 8.111   78,76   0,98%
  • KOMPAS100 1.144   12,52   1,11%
  • LQ45 828   7,21   0,88%
  • ISSI 287   3,69   1,30%
  • IDX30 431   4,56   1,07%
  • IDXHIDIV20 516   3,58   0,70%
  • IDX80 128   1,36   1,07%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,94   0,67%

Proporsi Pendapatan Konsumen yang Dibelanjakan Turun pada Juli 2022


Selasa, 09 Agustus 2022 / 13:51 WIB
Proporsi Pendapatan Konsumen yang Dibelanjakan Turun pada Juli 2022
ILUSTRASI. Rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi turun pada Juli 2022. KONTAN/Baihaki/


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi atau average propensity to consume ratio terpantau menurun pada Juli 2022. 

Bank Indonesia (BI) mencatat, average propensity to consume ratio pada bulan laporan sebesar 73,4%, atau turun dari 74,2% pada bulan Juni 2022. 

“Berdasarkan kelompok pengeluaran, rata-rata porsi konsumsi terhadap pendapatan tercatat menurun pada sebagian besar kelompok pengeluaran,” tulis Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam laporan Survei Konsumen, Senin (8/8). 

Baca Juga: Meneropong Prospek Emiten Consumer di Tengah Penurunan IKK hingga Harga Komoditas

Namun, ada dua kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan, yaitu kelompok pengeluaran Rp 2,1 juta hingga Rp 3 juta per bulan dan kelompok pengeluaran Rp 3,1 juta hingga Rp 4 juta per bulan. 

Sebaliknya, rata-rata rasio pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) tercatat sebesar 17,0% atau naik dari 16,2% pada bulan sebelumnya. 

Peningkatan porsi tabungan terhadap pendapatan tercatat pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per bulan dan Rp 2,1 juta hingga Rp 3 juta per bulan. 

Sementara itu, rata-rata rasio pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) nampak tak berubah dari bulan sebelumnya, yaitu tetap sebesar 9,6% pada Juli 2022. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×