kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Produksi emas dan tembaga Freeport turun, pertumbuhan ekonomi Papua anjlok 20,13%


Selasa, 07 Mei 2019 / 16:05 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku dan Papua minus 10,44% secara tahunan (yoy). Angka tersebut disumbang oleh wilayah Papua dan Barat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan pertumbuhan ekonomi di Papua dan Papua Barat mengalami pertumbuhan negatif karena masih bergantung pada sumber daya alam (SDA).

"Dari strukturnya pertambangan dan penggalian masih besar, perlu digeser," jelas Suhariyanto di kantornya, Senin (6/5).

Adapun pertumbuhan ekonomi di Papua minus 20,13% yoy. Kondisi itu disebabkan karena penurunan produksi emas oleh Freeport mencapai 72% yoy sementara tembaga turun hingga 53% yoy. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di Papua Barat negatif 0,26% yoy. Ini disebabkan turunnya produksi Liquefied Natural Gas (LNG).

Sedangkan pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Maluku Utara justru positif masing-masing sebesar 6,32% dan 7,65%.

Secara kuartalan, Suhariyanto menambahkan masih ada tiga wilayah yang kondisi ekonominya rentan karena masih bergantung pada tambang. Wilayah tersebut antara lain Papua, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kalimantan Timur.

Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 di Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 4,64% yoy, sedangkan di Kalimantan tumbuh 5,33%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×