kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Presiden Jokowi minta DPR segera bersatu


Jumat, 31 Oktober 2014 / 12:58 WIB
Presiden Jokowi minta DPR segera bersatu
ILUSTRASI. Inilah 3 Cara Login WhatsApp Web di HP hingga Masuk Tanpa QR Code. Photographie de Leo PIERRE / Hans Lucas.NO USE FRANCE


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal kisruh kepemimpinan di tubuh Dewan Perwakilan rakyat (DPR). Menurut Jokowi, perbedaan pendapat yang tak kunjung usai di parlemen harus segera diakhiri.

Menurut presiden ke tujuh ini, DPR lebih baik bersatu, sebab apa yang dilakukan para wakil rakyat ini akan menjadi sorotan publik. "Akan lebih baik jaga persatuan dan kesatuan, dan akan dicontoh oleh rakyat," ujar Jokowi, Jumat (31/10) di kompleks Istana Kepresidenan, jakarta.

Pernyataan Jokowi itu menanggapi munculnya dualisme kepemimpinan di DPR, setelah partai yang tergabung dalam koalisi indonesia hebat membentuk badan kelengkapan tandingan. Tindakan itu muncul akibat muncul ketidak puasan terhadap keputusan sebelumnya yang menempatkan partai-partai yang tergabung dalam koalisi merah putih sebagai pimpinan.

Adapun Jokowi mengatakan hal tersebut usai shala Jumat, di masjid baiturrahman yang terletak di kompleks Istana Kepresidenan. Sejumlah posisi pimpinan DPR saat ini memang dikuasi oleh sejumlah partai yang berada di luar pemrintah.

Dualisme ini juga merupakan bagian dari rangkaian pertarungan politik panjang di DPR, sejak pembahasan tata tertib DPR, pembahasan Undang-undang MD3, hingga mekanisme pemilihan ketua DPR, dan Majelis Permusyawaratan rakyat (MPR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×