kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.186   12,00   0,07%
  • IDX 4.900   -4,59   -0,09%
  • KOMPAS100 629   0,14   0,02%
  • LQ45 500   3,08   0,62%
  • ISSI 163   -1,24   -0,76%
  • IDX30 282   2,11   0,75%
  • IDXHIDIV20 381   2,97   0,79%
  • IDX80 73   0,04   0,05%
  • IDXV30 106   0,19   0,18%
  • IDXQ30 95   0,92   0,98%

Presiden Jokowi meminta masyarakat dapat menerima WNI dari Wuhan


Sabtu, 15 Februari 2020 / 14:40 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melambaikan tangan kearah media saat akan melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari ketigabelas di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Ri


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko (Widodo) menyampaikan bahwa proses protokol kesehatan dari World Health Organization (WHO) telah diikuti secara ketat bagi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT). 

“Karantina di Natuna juga di sana ketat diawasi, ketat dicek, harian dicek. Sudah, sekarang 14 hari, memang protokolnya seperti itu,” jelas Presiden Jokowi, Jumat (14/2) seperti dikutip dari laman setkab.go.id. 

Baca Juga: Ini kata ilmuwan soal matahari di Indonesia bikin virus corona tak bisa berkembang

Kalau sekarang para WNI tersebut kembali ke masyarakat, menurut Presiden, itu dipastikan bahwa memang prosedur sudah dilalui. “Kita harapkan masyarakat juga menerima apa adanya. Ya memang sudah 14 hari dikarantina dan enggak ada masalah,” ujar Presiden. 

Kepala Negara mengajak semua tidak perlu takut karena semua proses protokol kesehatan telah dilalui. “Apa, dikit-dikit takut, ya ndaklah. Wong sudah proses protokol kesehatannya  dilalui. Ya terima apa adanya, enggak ada masalah,” ujar Presiden. 

Baca Juga: China: 6 petugas kesehatan jadi korban tewas virus corona

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×