kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Prabowo Tegaskan Kalau Ada Kader Gerindra Bermasalah Akan Ditangkap!


Senin, 02 Februari 2026 / 14:20 WIB
Prabowo Tegaskan Kalau Ada Kader Gerindra Bermasalah Akan Ditangkap!
ILUSTRASI. Sidang Tahunan MPR (Dok/TVP). Presiden Prabowo tegas menyatakan akan menindak kader Gerindra yang bermasalah. Ini pesan kerasnya untuk semua pihak.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BOGOR. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pihaknya tidak pandang bulu menghukum oknum bermasalah termasuk jika orang tersebut adalah kader Gerindra. 

Sebelumnya, Prabowo menyinggung kalah menang dalam kontestasi politik. Pihaknya juga mengklaim tetap mendukung pemerintah daerah yang tidak berada dalam barisannya dalam pemilihan Presiden 2024. 

Prabowo kemudian berkelakar bahwa dirinya tetap mendukung Bupati Lahat Bursah Zanubi meskipun berada di partai yang berbeda. 

Baca Juga: Prabowo Sebut Tidak Akan Ikut Pakta Militer Negara Lain Tetap Bebas Aktif

"Saya enggak tanya, Pak Bursah kau partai mana? Kan enggak saya tanya, enggak saya tanya kan. Tetap saya dukung beliau. Karena istrimukan Gerindra ya," canda Prabowo dalam taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Senin (2/2/2026). 

Namun begitu, Prabowo melanjutkan bahwa jika ada kader partainya yang tidak benar juga tidak akan dilindungi. 

"Kalau (ada kader) Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap, saudara-saudara. Jangan macam-macam, tidak ada itu. Kita semua bergerak," kata Prabowo.

Kepala Negara menegaskan tidak melihat seseorang berdasarkan pilihan politiknya. Dia tidak ingin pandang bulu hanya karena perbedaan partai politik.

Baca Juga: Daya Beli Tertekan, Mandiri Institute Catat Defisit Lapangan Kerja Formal

Menurutnya, Indonesia membutuhkan persatuan dan enggan melanjutkan sakit hati hanya karena berbeda dalam pandangan politik. 

"Jadi persaingan, pertandingan ya pertandingan. Kalau ada pemilihan, harus ada pemilihan. Dua calon, tiga calon, lima calon, tidak apa-apa, bagus. Tapi begitu selesai, sudahlah, kerja. Nah ini yang saya tawarkan, ayo bekerja untuk rakyat," tandas Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×