kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Prabowo Tegaskan Kalau Ada Kader Gerindra Bermasalah Akan Ditangkap!


Senin, 02 Februari 2026 / 14:20 WIB
Prabowo Tegaskan Kalau Ada Kader Gerindra Bermasalah Akan Ditangkap!
ILUSTRASI. Sidang Tahunan MPR (Dok/TVP). Presiden Prabowo tegas menyatakan akan menindak kader Gerindra yang bermasalah. Ini pesan kerasnya untuk semua pihak.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BOGOR. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pihaknya tidak pandang bulu menghukum oknum bermasalah termasuk jika orang tersebut adalah kader Gerindra. 

Sebelumnya, Prabowo menyinggung kalah menang dalam kontestasi politik. Pihaknya juga mengklaim tetap mendukung pemerintah daerah yang tidak berada dalam barisannya dalam pemilihan Presiden 2024. 

Prabowo kemudian berkelakar bahwa dirinya tetap mendukung Bupati Lahat Bursah Zanubi meskipun berada di partai yang berbeda. 

Baca Juga: Prabowo Sebut Tidak Akan Ikut Pakta Militer Negara Lain Tetap Bebas Aktif

"Saya enggak tanya, Pak Bursah kau partai mana? Kan enggak saya tanya, enggak saya tanya kan. Tetap saya dukung beliau. Karena istrimukan Gerindra ya," canda Prabowo dalam taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Senin (2/2/2026). 

Namun begitu, Prabowo melanjutkan bahwa jika ada kader partainya yang tidak benar juga tidak akan dilindungi. 

"Kalau (ada kader) Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap, saudara-saudara. Jangan macam-macam, tidak ada itu. Kita semua bergerak," kata Prabowo.

Kepala Negara menegaskan tidak melihat seseorang berdasarkan pilihan politiknya. Dia tidak ingin pandang bulu hanya karena perbedaan partai politik.

Baca Juga: Daya Beli Tertekan, Mandiri Institute Catat Defisit Lapangan Kerja Formal

Menurutnya, Indonesia membutuhkan persatuan dan enggan melanjutkan sakit hati hanya karena berbeda dalam pandangan politik. 

"Jadi persaingan, pertandingan ya pertandingan. Kalau ada pemilihan, harus ada pemilihan. Dua calon, tiga calon, lima calon, tidak apa-apa, bagus. Tapi begitu selesai, sudahlah, kerja. Nah ini yang saya tawarkan, ayo bekerja untuk rakyat," tandas Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×