Reporter: Uji Agung Santosa |
JAKARTA. PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) menandatangani kesepakatan pemberian pinjaman senilai Rp 4,3 triliun dengan beberapa perbankan nasional untuk pembiayaan 5 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 10.000 MW.
Tiga buah perjanjian kredit yang terdiri dari dua paket untuk pembiayaan porsi rupiah dan satu paket pinjaman dengan porsi US$ ditandatangani. Paket pertama untuk pembangunan proyek PLTU 3 Jawa Timur, Tanjung Awar-Awar (2X350 MW) dengan sindikasi Bank BNI dan Bank BRI senilai Rp 1,155 triliun.
Paket kedua merupakan perjanjian kredit untuk pembangunan proyek PLTU Sulawesi Selatan (2X50 MW), PLTU 3 Bangka Belitung (2X30 MW), PLTU Papua (2X10 MW) dan PLTU Kalimantan Selatan (2X65 MW) dengan sindikasi Bank BRI dan 6 Bank Pembangunan Daerah yaitu BPD DKI, BPD Papua, BPD Sulawesi Selatan, BPD Sumatera Selatan, dan BPD Sumatera Utara sebesar Rp 1,151 triliun.
Sedangkan paket ke-3, untuk pembangunan proyek PLTU Sulawesi Selatan (2X50 MW), PLTU 3 Bangka Belitung (2X30 MW), PLTU 2 Papua (2X10 MW) dan PLTU Kalimantan Selatan (2X65 MW) dengan sindikasi Bank BRI dan Bank BNI sebesar Rp 2,1 triliun atau sama dengan US$ 172,9 juta.
Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar mengatakan bahwa seluruh pinjaman yang dilakukan oleh PT PLN ditanggung sepenuhnya oleh negara. "Perjanjian kredit ini merupakan bagian dari proyek 10.000 MW sehingga dijamin oleh pemerintah. Ini merupakan komitmen positif pertama kali BPD untuk ikut mendukung pembiayaan di sektor ketenagalistrikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News