kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.508   8,00   0,05%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PKB dukung TNI-Polri menggunakan hak pilih


Rabu, 16 November 2011 / 17:38 WIB
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di BCA hari ini Senin 28 Desember, cek sebelum tukar valas. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/11/01/2017


Reporter: Eka Saputra | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Malik Haramain mengungkapkan, fraksinya membuka kemungkinan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk berpolitik. Menurutnya, tidak ada larangan resmi bagi anggota TNI-Polri untuk menggunakan hak pilih dalam pemilu.

“Hal ini (pengembalian hak pilih) jadi ujian, mampu gak TNI-Polri bersikap profesional. Menurut saya larangan yang dulu itu sifatnya kondisional. PKB setuju kalau memang TNI-Polri ingin aktif lagi di dunia politik,” tukasnya di Gedung DPR (16/11).

Ia yakin TNI-Polri telah melakukan reformasi politik masing-masing secara internal. Makanya ia begitu yakin keduanya sudah layak diberikan hak pilih.

“Pemilu 1999, 2004, dan 2009 sudah tidak memilih, pertanyaanya mau sampai kapan? Saya percaya TNI-Polri sudah melakukan reformasi politik. Dan hari ini sudah waktunya TNI-Polri diberikan hak pilih,” imbuhnya.

Lebih lanjut Malik menegaskan, bila bersikap netral bukan berarti tidak boleh memilih. Kenyataanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetap boleh memilih kendati dituntut bersikap netral. Tinggal kemudian dibuat aturan agar tidak terjadi penyelewengan wewenang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×