kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Pengamat birokrasi: Wamen sebaiknya dibubarkan


Jumat, 08 Juni 2012 / 18:41 WIB
ILUSTRASI. Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS)


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pengamat Birokrasi dan Administrasi Negara STIA LAN, Muhammad Nur Sadiq menyatakan sebaiknya posisi Wakil Menteri di setiap kementerian dibubarkan saja. Hal ini karena posisi tersebut dinilai mematikan kedudukan para deputi.

"Pendelegasian antara deputi dengan wakil menteri juga tidak jelas. Hal ini jelas mematikan dan sangat tidak efektif. Jauh lebih bagus untuk dibubarkan saja," ungkap Sadiq di Gedung DPD RI, Jakarta, Jumat (8/6).

Sadiq menambahkan, susunan organisasi yang banyak tingkatan ini menjadi tidak efektif kinerjanya karena terlalu banyak. Hal ini juga mengakibatkan anggaran pemerintah semakin banyak untuk dihamburkan. "Kita lihat di negara maju, tidak ada jabatan Wamen," tandasnya.

Dengan pemangkasan jabatan Wamen ini, lanjut Sadiq, dapat mengefisienkan pengeluaran dan belanja negara. Pasalnya, dengan keberadaan posisi dan jabatan Wamen ini, juga diperlukan biaya yang tidak sedikit. "Saya tidak tahu berapa besar porsi anggaran antara Menteri dan Wamen. Tapi setahu saya, anggaran wamen itu besar juga, karena perlu biaya banyak," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×