kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Pengamat birokrasi: Wamen sebaiknya dibubarkan


Jumat, 08 Juni 2012 / 18:41 WIB
ILUSTRASI. Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS)


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pengamat Birokrasi dan Administrasi Negara STIA LAN, Muhammad Nur Sadiq menyatakan sebaiknya posisi Wakil Menteri di setiap kementerian dibubarkan saja. Hal ini karena posisi tersebut dinilai mematikan kedudukan para deputi.

"Pendelegasian antara deputi dengan wakil menteri juga tidak jelas. Hal ini jelas mematikan dan sangat tidak efektif. Jauh lebih bagus untuk dibubarkan saja," ungkap Sadiq di Gedung DPD RI, Jakarta, Jumat (8/6).

Sadiq menambahkan, susunan organisasi yang banyak tingkatan ini menjadi tidak efektif kinerjanya karena terlalu banyak. Hal ini juga mengakibatkan anggaran pemerintah semakin banyak untuk dihamburkan. "Kita lihat di negara maju, tidak ada jabatan Wamen," tandasnya.

Dengan pemangkasan jabatan Wamen ini, lanjut Sadiq, dapat mengefisienkan pengeluaran dan belanja negara. Pasalnya, dengan keberadaan posisi dan jabatan Wamen ini, juga diperlukan biaya yang tidak sedikit. "Saya tidak tahu berapa besar porsi anggaran antara Menteri dan Wamen. Tapi setahu saya, anggaran wamen itu besar juga, karena perlu biaya banyak," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×