kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pengajuan Penetapan Eksekusi Arbitrase Astro Terganjal


Senin, 22 Maret 2010 / 18:42 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Test Test

JAKARTA. Sampai sekarang, Astro All Asia Networks Plc (Astro) belum juga mengajukan penetapan eksekusi terkait putusan Singapore International Arbitration Centre (SIAC) dalam perkara melawan anak usaha Lippo Group. "Kami belum mengajukan penetapan eksekusi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Karena masih menunggu dokumen seperti surat dari kedutaan," kata Prawidha Murti, kuasa hukum Astro, Senin (22/3).

Menurut Prawidha, pihaknya tidak bisa terburu-buru mengajukan penetapan eksekusi lantaran terganjal masalah legal formalitas. "Setelah dokumen selesai langsung kami ajukan tanpa menunggu lama-lama," ujarnya.

Asal tahu saja, Singapore International Arbitration Centre (SIAC) pada tanggal 18 Februari 2010 lalu telah mengeluarkan Putusan final yang memerintahkan sejumlah anak perusahaan Lippo Group, termasuk perusahaan terbuka PT First Media Tbk, untuk membayar ganti rugi US$ 230 juta kepada Astro dan anak-anak perusahaannya. Sebelumnya, SIAC juga menghukum First Media, PT Ayunda Prima Mitra, dan PT Direct Vision untuk membayar biaya perkara sidang sebesar 2.223 Ringgit Malaysia atau setara Rp 6 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×