kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.720   1,00   0,01%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Pemerintah kucurkan bantuan sarana dan prasarana produksi terhadap 2,7 juta petani


Selasa, 05 Mei 2020 / 15:00 WIB
ILUSTRASI. Stok Beras Aman: Petani memanen padi di Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/5). pemerintah mengaku stok beras nasional saat ini cukup aman dengan jumlah 3,3 juta ton. Jumlah itu disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan ramadhan dan uLebaran. KONTAN/Baihaki/3/5/202


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sebanyak 2,7 juta petani akan mendapatkan bantuan sarana dan prasarana produksi (saprodi) pertanian. Bantuan tersebut ditujukan untuk petani terdampak virus corona (Covid-19).

Paket bantuan baik pupuk, bibit, dan obat akan diberikan dengan nilai Rp 300.000 per paket.

"Program ini adalah program yang mudah dilakukan, realistis untuk bisa ditanam kemudian harus cepat bisa menghasilkan karena ini untuk membantu pasar," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai rapat terbatas, Selasa (5/5).

Saat ini, pemberian bantuan tersebut sedang dalam tahap validasi data. Validasi tersebut disusur hingga tingkat kecamatan oleh komando strategis (kostra) baru dilegalisasi oleh dinas pertanian di daerah.

Pada program bantuan ini Kementerian Pertanian juga bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Data kedua kementerian tersebut harus sejalan.

"Penjabarannya tentu Mendes memberi bantuan tunai yang langsung mungkin dalam bentuk rupiah, kalau kami dalam bentuk saprodi," terang Syahrul.

Efek pandemi Covid-19 dinilai membuat ekonomi petani tertekan. Terutama bagi petani serabutan, buruh tani, serta petani penggarap lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×