kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Pemerintah Berencana Tambah Kepemilikan Saham Freeport 10%, Bahlil: Hampir Final


Minggu, 23 Juli 2023 / 18:03 WIB
Pemerintah Berencana Tambah Kepemilikan Saham Freeport 10%, Bahlil: Hampir Final
ILUSTRASI. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana memperpanjang kontrak izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia (PTFI) di tambang Grasberg, Papua.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, negosiasi perpanjangan kontrak Freeport Indonesia tersebut hampir masuk tahap finalisasi.

Ia mengatakan, kesepakatan tersebut salah satunya juga menyangkut penambahan jumlah saham di Freeport sebanyak 10%. Adapun saat ini kepemilikan saham pemerintah Indonesia di Freeport sebesar 51%.

Selain itu, kesepakatan tersebut juga terkait dengan pembangunan smelter di Papua. Dia meyakini, pembangunan smelter di Papua bisa meningkatkan kapasitas produksi.

Baca Juga: Begini Respons Freeport Indonesia Terkait Aturan Baru Bea Keluar  

"(Negosiasi) hampir finalisasi. (Yang disepakati) salah satunya penambahan saham 10%. Smelternya hampir selesai, dibangun di Papua," ujar Bahlul kepada awak media di Jakarta, Jumat (21/7).

"Jadi nanti selain dari smelter Freeport di Gresik Jawa Timur, kita minta juga bangun smelter di Papua," imbuhnya.

Ia menegaskan, Freeport Indonesia harus memenuhi kedua syarat tersebut apabila izin usaha pertambangan khusus (IUPK)-nya ingin diperpanjang.

Apabila kedua syarat tersebut tak dipenuhi, maka dirinya memastikan pemerintah tidak akan memperpanjang izin usaha pertambangan Freeport Indonesia.

"Mereka harus mau, kalau gak mau jangan kita perpanjang," tegas Bahlil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×