kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM 0.36%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.14%

Pemerintah akui Jiwasraya memang butuh suntikan modal


Selasa, 25 Februari 2020 / 16:58 WIB
Pemerintah akui Jiwasraya memang butuh suntikan modal
ILUSTRASI. Warga melintas di depan kantor Pusat Asuransi Jiwasraya Jakarta, Selasa (15/1). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan ada kebutuhan modal bagi PT Asuransi Jiwasraya./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/15/01/2019.

Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan ada kebutuhan modal bagi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Oleh karena itu akan disiapkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Jiwasraya. Namun, opsi tersebut masih menunggu pembahasan dengan DPR.

Baca Juga: Dirut Jiwasraya dilaporkan pengacara Bentjok, Kementerian BUMN siap pasang badan

"Opsinya kita melakukan business to business solusi tetapi tentu ada juga kebutuhan PMN," ujar Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (25/2).

Erick bilang saat ini PMN masih didiskusikan dengan Panitia Kerja (Panja) di Komisi VI. Selain itu, pemerintah juga harus berdiskusi dengan Komisi XI terkait penyelamatan Jiwasraya.

Meski begitu besaran PMN yang akan disuntikkan ke Jiwasraya masih dalam pembahasan. Pasalnya besaran PMN juga melihat hasil restrukturisasi.

"Belum bisa (berikan jumlah PMN), tergantung mau dipercepat atau dimundurkan sesuai dengan restrukturisasi kan kalau pembayaran 4 tahun berbeda dengan 8 tahun," terang Erick.

Baca Juga: Nasib pemegang polis Jiwasraya ditentukan di rapat Panja gabungan DPR Maret nanti

Pemberian PMN pun bisa dilakukan secara tidak langsung. Mengingat pemerintah akan membentuk holding untuk industri keuangan.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani belum bisa mengkonfirmasi pemberian PMN. Sri masih belum mau berkomentar terkait upaya penyelamatan Jiwasraya. "Aku belum komentar soal itu dulu ya," jawab Sri Mulyani.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×