kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Partai Demokrat: SBY Tak Ingin Didikte


Kamis, 15 Juli 2010 / 12:23 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Partai Demokrat mulai gerah dengan isu perombakan kabinet. Partai pendukung utama pemerintah ini tak ingin partai lain mendikte Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Presiden tidak bisa didikte oleh siapa pun," ujar Ramadhan Pohan, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Kamis (15/7).

Dia menegaskan SBY malah tidak akan berbuat apa-apa jika ada partai lain yang menyuruh reshuffle kabinet. Sebab, dia yakin bahwa SBY sudah mempunyai perangkat sendiri untuk melakukan perombakan.

Sebaliknya, Ramadhan menuding bahwa partai yang menginginkan perombakan kabinet mempunyai maksud tertentu. "Biasanya ada udang di balik batu," ujarnya. Namun, dia tak menjelaskan lebih lanjut tujuan itu.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golongan Karya Priyo Budi Santoso mengatakan, presiden bisa merombak kabinet berdasarkan hasil evaluasi dari Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Hasil evaluasi itu menunjukkan kader partai lain yang menjabat menteri mendapat rapor merah. Sementara, kader Golkar sejauh ini masih biru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×