kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Muncul banyak desa fiktif, pemerintah akan segera tertibkan


Rabu, 06 November 2019 / 17:18 WIB
ILUSTRASI. Presiden Jokowi membuka Rakernas Pengadaan Barang dan Jasa


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan mengejar pelaku yang membuat munculnya desa fiktif.

Desa fiktif akan ditindak secara aturan hukum yang berlaku. Sebelumnya diduga muncul desa fiktif untuk mendapatkan aliran dana desa yang menjadi program Presiden Joko Widodo sebelumnya.

"Kita kejar agar yang namanya desa-desa tadi diperkirakan, diduga itu fiktif ketemu, ketangkap," ujar Jokowi usai membuka Indonesia Infrastructure Week 2019, Rabu (6/11).

Baca Juga: Tahun depan, Mandiri Capital bidik insurtech dan startup remittance

Jokowi bilang pengawasan mengenai jumlah desa dinilai masih kerap bermasalah. Lantaran wilayah Indonesia yang luas membuat kesulitan pengawasan. "Desa ini juga banyak, manajemen mengelola desa sebanyak itu tidak mudah," terang Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kemunculan desa-desa baru imbas adanya kucuran dana desa. Bahkan, berdasarkan laporan yang dia terima, banyak desa baru tak berpenduduk yang dibentuk agar bisa mendapat kucuran dana desa secara rutin tiap tahun.

Baca Juga: Kemenpar dan SMF lanjutkan kerja sama, biayai homestay di Mandalika, NTB

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×